FMPL Protes Dampak Pengeboran Gas di Cikakak, Asda II: Baru Eksplorasi Belum Eksploitasi

Rabu, 15 September 2021 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan (FMPL) Sukabumi protes pengerjaan proyek eksplorasi pemboran panas bumi (Slim Hole) di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Hal itu terungkap dalam audensi di Aula Sekretaris Daerah (Sekda). Para mahasiswa menilai banyak dampak kurang baik yang saat ini dirasakan oleh warga terkait pembangunan itu. Warga juga disebut mempersoalkan prosedur Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terkait eksplorasi tersebut.

“Barusan dalam titik konsulsinya kita tidak menemukan solusi terbaik. Yang jadi permasalahannya adalah Perda nomor 22 tahun 2012 tentang RTRW itu tidak diindahkan, makanya kami menuntut pembangunan itu dibatalkan atau dihentikan sementara sebelum produser RTRW nya diselesaikan,” kata Faiz Abdul Muhaimin koordinator Forum MPLS kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (15/9/2021).

Faiz menambahkan pengeboran panas bumi yang dilakukan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ini lalai memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Disamping itu, masyarakat juga mengeluhkan akibat lalu lalang kendaraan berat.

“Mungkin dampak lingkungan yang ditimbulkan tidak terlalu besar tetapi dampaknya memang sudah ada yang dirasakan oleh warga yang saat ini dilewati oleh kendaraan berat dan lain sebagainya, satu lagi yang harus jadi catatan jangan sampai dari pihak lemigas ataupun pihak orang orang terkait lalai terhadap dampak yang dihasilkan dari PLTG atau Pembangkit Lostrik Tenaga Panas Bumi itu,” terangnya

Disela acara, pada saat Asisten Daerah (ASDA) II Bidang Perekonomian, Akhmad Riyadi memberikan pemaparan. Mahasiswa yang menilai audensi itu tidak memberikan solusi, satu persatu akhirnya memilih walkout meninggalkan ruangan tersebut.

“Hari ini kita menerima aspirasi dari forum mahasiswa peduli lingkungan, kami mengundang seluruh narasumber para kepala dinas termasuk perwakilan dari kementerian ESSDM supaya bisa menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan teman-teman. Tadi sudah dijawab juga kemungkinan mengenai dampak, kemudian mengenai kerusakan jalan kan sudah dijawab juga, dan itu akan diperbaiki,” kata Akhmad.

Ia menilai ada perbedaan persepsi antara pihaknya dan mahasiswa. Akhmad menjelaskan bahwa proses yang terjadi di Kecamatan Cikakak itu baru proses eksplorasi dan belum eksploitasi

“Dan yang di Cikakak itu eksplorasi jadi saya rasa perbedaan persepsi saja antara eksplorasi dan eksploitasi dan itu sudah tercantum dalam Perda RT RW,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur Mohammad Noor

Berita Terkait

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban
Apresiasi Kepedulian Hergun, Insan Pers Sukabumi: Beliau Bukan Sekadar Mitra, Tapi Orangtua
Semangat Berbagi di Iduladha, Kejari Kabupaten Sukabumi Kurbankan 2 Sapi

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:53 WIB

PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:22 WIB

Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:49 WIB

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:33 WIB

SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terbaru