Sejumlah Warga Sekitar Pabrik Molak Parungkuda Protes, Soal Apa?

Kamis, 9 September 2021 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belasan warga menuntut PT. Minu Garment Sukses (Molak) di Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, untuk mengganti sistem keamanan (Securtity) yang selama ini sudah berjalan.

Endang salah satu perwakilan warga mengatakan, jika dirinya dan masyarakat sekitar meminta mengganti sistem keamanan yang sebelumnya outsorcing atau dengan menggandeng yayasan, harus menjadi sistem organik. Yakni perusahaan diminta untuk membentuk divisi keamanan dan juga mempekerjakan warga sekitar.

“Kita pengennya perusahaan putus kontrak dengan PT Surya Rajawali Sakti Abadi selaku yayasan yang mengelola sistem keamanan disana. Soalnya selama 4 tahun warga tidak pernah dilibatkan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, kamis (9/9/2021).

Sementara itu Presiden Direktur PT Surya Rajawali Sakti Abadi, Ismail Harahap saat ditemui setelah melakukan mediasi di Aula Kantor Desa Pondolaso Landeuh menjelaskan, jika dirinya akan menampung semua keluh kesah dan saran dari warga sekitar

“Saya bersyukur bisa hadir hari ini bersama masyarakat, saya akan dengar dan menampung semua saran yang diberikan, itu semua masukan bagi yayasan kami untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Lanjut Ismail, “kami juga akan melibatkan masyarakat di sistem keamanan kami, tekhnisnya yakni bekerja sama dengan desa dan Babinsa dalam perekrutan. Tapi kita juga punya standar sendiri untuk merekrut pekerja, kalau sesuai pasti kita akan ajak bergabung,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Muhammad Rafi Nasution sebagai penasihat hukum PT Minu Garment Sukses setelah melakukan pertemua dengan masyarakat akan langsung melakukan rapat bersama management perusahaan.

“Ya setelah ini, kita akan bahas semuanya permintaan masyarakat, tapi satu yang harus di ingat, untuk mengganti sistem keamanan itu hal yang tidak mungkin dilakukan, karena ketentuannya juga bukan dari perusahaan tapi dari Buyer kita, mereka yang memberikan semua SOPnya. Tapi insyaallah warga akan kita libatkan dengan berkoordinasi dengan desa,” tandasnya.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan
Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?
Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:41 WIB

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Berita Terbaru