JURNALSUKABUMI.COM – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sukabumi meminta pemerintah Kota Sukabumi segera memberikan insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) penanganan Covid-19.
Ketua PPNI Kota Sukabumi, Irawan Danismaya mengatakan, terhitung mulai dari bulan Januari 2021 hingga masuk awal bulan September 2021 ini insentif untuk perawat belum juga ada kabar baik.
“Sampai masuk September insentif perawat belum cair seperti di RSUD R Syamsudhin SH, Al-mulk dan Puskesmas. Kita minta kepada Pemerintah Kota Sukabumi agar segera memberikan insentif Nakes,” kata dia kepada wartawan, Kamis (02/09/2021).
Lanjut dia, yang belum diberikan insentif tersebut merupakan Nakes yang terlibat dalam penanganan pandemi covid-19 untuk melakukan tracing, testing dan treatmen.
“Tapi, kalo tim Nakes penanganan covid-19 dari swasta infonya sudah cair,” imbuhnya.
Dengan kondisi itu dia menjelaskan, pihaknya sudah menelusuri dan mencari sebab, mengapa insentif untuk para Nakes tersebut sudah 8 bulan tak kunjung diberikan.
Namun, sambung dia sampai saat ini belum ada jawaban yang jelas dari intansi terkait.
“Pemkot menyampaikan sudah melakukan upaya untuk menggalang dana untuk insentif tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” jelasnya.
Padahal menurut Irawan, Nakes hari ini merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, mereka rela mengorbankan waktu dan nyawanya untuk melawan Pandemi di Kota Sukabumi.
“Kitapun hanya mampu sesaat menenangkan anggota cuma bisa saling support sesama kita,” ucapnya.
Pada dasarnya, kata Irawan sebagai tenaga kesehatan bukan menuntut pemerintah memberikan imbalan.
“Kami berharap segera hal itu diberikan. Jangan sampai kami menunggu berlarut-larut dalam ketidakpastian. Jika Insentif itu segera diberikan pemerintah, itu kami rasa sebagi bentuk perhatian pemerintah bagi kami,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












