JURNALSUKABUMI.COM – Hampir dua tahun pandemi Covid-19, para pedagang asongan yang terbiasa mangkal hingga berjualan naik turun angkutan umum di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merasa sangat terdampak.
Dari pengakuan mereka, kebanyakan merasakan dampak penurunan penghasilan. Bahkan tak jarang dagangannya tidak laku.
“Pedagang seperti kami ini sangat bingung. Sebab kebutuhan dapur harus terus terpenuhi,” ujar Cecep, pedagang tahu yang sering menjajakkan daganganya di sekitar Cicurug, Senin (23/8/2021).
Cecep mengatakan, sebelum pandemi Ia bisa membawa pulang uang antara Rp 100.000 – 150.000. Tapi sekarang untuk mendapatkan Rp 50.000, ia mengaku sangat sulit.
“Masalah lainnya, sekarang sopir bus atau angkot juga terlihat keberatan untuk ditumpangi kami,” ungkapnya kepada jurnalsukabumi.com
Melihat situasi itu, Cecep pun harus putar otak agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi. Lantas dia pun mencoba untuk berjualan hingga keluar masuk kampung menggunakan sepeda motor.
Karena itu, untuk bisa menghabiskan daganganya dia harus berusaha keras, dan rela berjualan lebih jauh lagi dari rumahnya. “Hasilnya memang cukup lumayan, meski harus usaha lebih keras lagi,” pungkas Cecep.
Reporter : Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor