JURNALSUKABUMI.COM – Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Parungkuda yang dibantu Opsnal Polres Sukabumi, terus melakukan penyelidikan pasca tawuran maut dua kelompok pelajar di wilayahnya.
Kanit Reskrim Polsek Parungkuda, Aipda Budiyanto mengungkapkan, dari hasil penyelidikan kedua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terlibat bentrokan kemarin, pihaknya telah mengamankan sejumlah Sejata Tajam (Sajam) dan beberapa pelajar untuk dimintai keterangan.
“Kami telah mengamankan enam Sajam jenis cerulit dan sebagian para pelajar,” kata Budiyanto kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (07/08/2021).
Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan keterangan saksi, aksi bar-bar kedua kelompok pelajar yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua luka-luka itu telah direncanakan sebelumnya.
“Ya, jadi tawuran antar SMK di Parungkuda dan SMK Cisaat ini sudah direncanakan oleh mereka,” jelasnya.
Terpisah, keluarga AM (17) korban meninggal dalam aksi tersebut merasa sangat terpukul. Lantaran, sebelumnya tidak mengetahui kejadian itu.
“Saya diberitahu teman korban Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB datang ke rumah. Dan kaget bahwa AM telah berada di rumah sakit,” terang Iin Solihin (43) Kakak Kandung korban.
Waktu itu pula, dirinya langsung ke rumah sakit Sekarwangi Cibadak untuk memastikan kabar duka yang dialami adiknya.
“Tak lama setelah dikasih tau temen adik saya pun langsung bergegas ke sana,” kata Iin.
Keluarga pun sangat tidak percaya akan kejadian ini. Sebab, AM dikenal baik oleh kakanya dan tidak pernah bergaul dan keluar rumah.
“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelakunya dan dihukum seberat-beratnnya sesuai hukuman yang berlaku,” tegasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












