Manfaatkan Teknologi, Fakta-fakta Unik Kampung Adat Ciptagelar di Kawasan Geopark Ciletuh

Selasa, 20 Juli 2021 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Siapa yang tak kenal dengan Kampung Adat Ciptagelar. Nampaknya, kampung adat yang berada di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, tepatnya di Kecamatan Cisolok, tersebut sudah sering dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

Tahukah kamu, Ciptagelar bukan kampung adat biasa. Selain mempertahankan tradisi-tradisi warisan leluhur, keunikan Ciptagelar yang lain adalah dari sisi pemanfaatan teknologi.

Berikut ini fakta-fakta unik Ciptagelar. Kampung Adat yang memanfaatkan teknologi.

  1. Punya Stasiun TV dan Radio

Menyandang status sebagai kampung adat tak membuat warga dan sesepuh di Ciptagelar buta terhadap teknologi. Kampung adat ini memiliki stasiun TV dan Radio lho.

Stasiun TV di Ciptagelar dinamai CIGA TV. Sudah ada sejak 2008, CIGA TV menayangkan kegiatan adat serta aktivitas sosial di Kampung Adat Ciptagelar.

Sementara itu, Stasiun Radio dibangun lebih dulu yakni pada 2004. Stasiun Radio Swara Ciptagelar menjadi media yang mewadahi ide-ide kreatif warganya.

Ada beragam program radio yang isinya lebih banyak mengenai obrolan masyarakat sekitar, cerita kehidupan warga adat.

Enggak sembarangan, Radio Swara Ciptagelar sudah mendapat lisensi dari Diskominfo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan sudah menjadi radio yang komersial sejak 2018.

  1. Tenaga Listrik dari Air

Kampung Adat Ciptagelar sudah memiliki pembangkit listrik dari turbin dan solar. Teknologi ini dikenalkan kepada masyarakat oleh sesepuhnya sendiri yakni Abah Ugi.

Enggak heran, Abah Ugi adalah sosok pemimpin kampung adat yang piawai di bidang elektrik. Dia pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi  di salah satu universitas ternama di Bandung.

Listrik dari tenaga turbin dan solar ini dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Salah satunya untuk penerangan.

  1. Miliki Ratusan Varietas Padi

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Ciptagelar memiliki 168 varietas padi yang ditanam turun temurun. Masyarakat Ciptagelar benar-benar mempertahankan metode penanaman padi yang diwariskan para leluhurnya.

Warga menanam padi di ladang dan sawah. Mereka mengolah padi dengan cara tradisional, tanpa menggunakan pupuk kimian dan alat mesin seperti traktor.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

CPUGGp Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan
Bikin Ngiler! Bakso Ikan Rumput Laut Rika di Karangtengah Cibadak, Lezat dan Sehat
Libur Lebaran 2026, Pantai Batu Bintang Diserbu Ribuan Pengunjung
H+2 Lebaran, Antrean Jalur Wisata Palabuhanratu Mengular, Waktu Tempuh Tembus 4 Jam
Pantai Selatan Sukabumi Diserbu Wisatawan, Lalu Lintas Padat dan Rekayasa Diberlakukan
Libur Lebaran Tersandera Jalan Rusak, Akses Wisata Selatan Sukabumi Macet Berjam-jam
Unik! Pos Pam Gadobangkong Disulap Jadi Benteng Lego saat Mudik Lebaran

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:01 WIB

CPUGGp Pertahankan Status UNESCO Global Geopark

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan

Jumat, 3 April 2026 - 17:01 WIB

Bikin Ngiler! Bakso Ikan Rumput Laut Rika di Karangtengah Cibadak, Lezat dan Sehat

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:55 WIB

Libur Lebaran 2026, Pantai Batu Bintang Diserbu Ribuan Pengunjung

Senin, 23 Maret 2026 - 13:21 WIB

H+2 Lebaran, Antrean Jalur Wisata Palabuhanratu Mengular, Waktu Tempuh Tembus 4 Jam

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777