JURNALSUKABUMI.COM – Bukit Ciherang yang merupakan lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, akan segera menjadi lahan penghijauan.
Dalam mendorong realisasi program tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat Kadudampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba dan Gunung (LSM Dampal Jurig) termasuk barisan terdepan di sana.
Dibantu juga Forum Komunikasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (FKPPLH) Kabupaten Sukabumi dan Sahabat Marwan Hamami Iyos Somantri (SAMAHI) Centre yang terus berjuang agar permohonan bantuan bibit pohon itu segera terwujud.
“Alhamdulilah, kita bisa langsung menyalurkan bantuan 10 ribu bibit pohon dan buah-buahan secara bertahap untuk ditanam di Bukit Ciherang,” ujar Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Azis kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (16/07/2021).
Langkah tersebut kata dia, diselaraskan juga berdasarkan kajian Tim Geologi bahwa di Bukit Ciherang memang cocok jadi lahan pertanian dibanding pemukiman kembali.
“Kita manfaatkan ditanami pohon produktif, sehingga nanti hasilnya bisa dinikmati oleh warga serta bisa mengantisipasi bahaya penggerakan tanah kembali,” kata pria yang juga menjabat sebagi Ketua Samahi Center itu.
Bantuan bibit pohon itu kata Irvan, merupakan hasil kerjasama yang baik dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Ciliwung-Citarum dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
“Mudah-mudahan ini menjadi solusi terbaik. Bahakan, tak menutup kemungkinan jika ke depan Desa Cijangkar bisa menjadi desa penghasil buah-buahan unggul,” imbuhnya.
Terpisah, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami yang juga Ketua Dewan Penasehat LSM Dampal Jurig Jabar berharap langkah ini bisa memotivasi dan bergerak untuk kemajuan berbagai peningkatan di sana.
“Intinya, semoga lebih bermanfaat khususnya bagi masyarakat sekitar dan bisa mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi seperti saat ini,” singkatnya.
Redaktur: Ujang Herlan












