Kilas Kisah Nakes Rumah Sakit Bunut Berjuang Lumpuhkan Covid-19

Jumat, 2 Juli 2021 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tenaga Kesehatan (Nakes) menjadi garda terdepan dan pahlawan sesungguhnya, saat Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemi virus Corona Covid-19.

Peran Nakes tidak hanya sekadar mengobati dan menyembuhkan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 saja, melainkan juga berperan besar dalam pencegahan penularan penyakit, lewat metode preventif dan promotif.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi misalnya, para tenaga medis semaksimal mungkin bekerja 100 persen demi menekan laju virus asal Wuhan ini.

“Kita terus berjuang tentunya. Seperti yang kita ketahui, korban meninggal akibat virus ini begitu banyak dan tak terelakkan juga menimpa para tenaga medis, termasuk dokter dan perawat,” ujar salah satu dokter jaga pasien Covid-19 RSUD R. Syamsudin, SH, dr. Muhammad Yusuf kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (02/07/2021).

Kendati demikian, dalam memaksimalkan kinerja tersebut para tenaga medis di Rumah Sakit Bunut ini tetap memperhatikan stamina dan kesehatan. Baik, dengan cara mengatur pola makan yang sehat, bergizi, bervitamin atau mengonsumsi buah-buahan.

“Alhamdulilah hingga saat ini tenaga medis dokter yang bertugas di RSUD R. Syamsudin, SH tidak ada yang meninggal dunia akibat Covid-19, sedangkan untuk  terpapar Covid-19 petugas Nakes ada, termasuk saya sendiri tapi sudah sembuh,” jelasnya.

Yusuf memgaku, sebagai petugas medis yang menangani pasien Covid-19 sampai saat ini tidak ada dampak sosial apapun, justru malah dibanjiri support dan dukungan untuk tetap berjuang keras membantu masyarakat yang jatuh sakit serta terpapar Covid-19.

“Saya berpesan kepada dokter, perawat, tim medis yang berjaga dan menangani pasien Covid-19 agar tetap bersemangat hingga pandemi ini bisa berakhir. Jangan lengah Alat Perlindungan Diri (APD) selalu dipakai jangan sampai jatuh sakit,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru