Forkopimda Sukabumi Deklarasi Tolak Geng Motor, Begini Respon Poskab Sapujagat dan PP

Selasa, 25 Mei 2021 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama tokoh ulama, organisasi kemasyarakatan, dan ormas islam bertempat di Aula Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Selasa (26/5/21). Kegiatan tersebut diisi deklasari penolakan terhadap keberadaan geng motor.

Menanggapi hal itu, Humas Pendidikan Olahraga Silat Kebatinan (Poskab) Sapujagat, Doni Purnamawan, mengatakan pihaknya sangat mendukung penolakan terhadap geng motor. Keberadaannya bertolak belakang dengan idealisme DPP Poska  Sapujagat sebagai perguruan yang mendidik ahlak para generasi muda.

“Kami sangat mendukung Aparat Kepolisian atau Forkopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk membubarkan berandalan geng motor yang selalu meresahkan masyarakat dan Poskab Sapujagat siap 24 jam membantu kepolisian,” jelasnya.

Doni menuturkan, penolakan Sapujagat terhadap geng motor bukan untuk kali ini saja. Pada 2014 lalu, Poskan Sapujagat pernah melakukan tindakan terhadap geng motor meski harus terkena sanksi dari kepolisian.

“Tapi sekarang sudah bersinergi. Perguruan Sapujagat siap 24 jam membantu aparat kepolisian untuk memberantas geng motor,” tutur Doni.

Sementara itu Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, Gilang Gusmana, menambahkan atas nama Pemuda Pancasila pihaknya mengapresiasi pihak Polresta Sukabumi Kota atas inisiatif acara deklarasi itu. Ia juga  mengapresiasi Wali Kota Sukabumi.

“Penolakan terhadap kekerasan yang dilakukan geng motor sangat wajib dilaksanakan. PP mendukung penuh dan siap apabila harus dilibatkan, namun harus berbanding lurus dengan penerbitan solusi yang terbaik untuk semua pihak karena suka tidak suka genk motor adalah warga Kota Sukabumi juga yang masih memiliki hak dan kewajiban sebagai bagian dari Kota Sukabumi bukan dimusnahkan tetapi dientaskan,” katanya.

Meskipun demikian lanjut Gilang salah satu solusi alternatifnya adalah meningkatkan sosialisasi aturan-aturan yang berkaitan dengan kekerasan, safety riding, sosial agama dan kemanusiaan.

Termasuk mendorong pembangunan fasilitas hobi kepemudaan seperti track balapan resmi, gedung pemuda yang smart, pemaksimalan fungsi gedung tempat kesenian, baik musik band atau seni lainnya.

“Tak hanya itu organisasi – organisasi harus lebih intens dalam mengkaderkan genk motor. Mengorganisasikan genk motor agar terbiasa mengikuti aturan positif dan PP Kota Sukabumi sudah melakukan hal itu,” tutup Gilang.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Berita Terbaru