Pembangunan Destinasi Wisata Sukabumi Selatan Mencapai Rp22 Miliar

Kamis, 20 Mei 2021 - 21:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, menyebut destinasi wisata di wilayah Sukabumi Selatan digadang-gadang bakal dibangun tahun ini dengan nominal Rp22 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani mengatakan, pengembangan objek wisata diantaranya Cisolok, Karanghawu dan Curug Sodong itu merupakan program yang terus digalakkan pemerintah kabupaten agar mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

“Insya Allah tahun ini akan dikembangkan dan dibangun. Besaran anggarannya kurang lebih Rp22 milar dari Pemprov Jabar. Itupun kalau semua titik bisa dibangun, karena ada beberapa titik objek wisata yang ada di tanah desa,” ujar Usman Jaelani kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (20/5/2021).

Tidak hanya itu sambung dia, pihaknya pun tengah mempersiapkan revalidasi Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp), yang saat ini kesiapannya sudah mencapai 95 persen. Dengan begitu peluang bagi Kabupaten Sukabumi menuju destinasi wisata Internasional yang diakui dunia terwujud.

“Saat ini masih ada administrasi yang harus diselesaikan, karena ada beberapa titik objek wisata yang ada di tanah desa, sehingga harus diselesaikan lebih dulu administrasinya dengan desa. Kalau belum selesai maka tidak akan dibangun, tetapi membangun di tanah pemda. Tapi dipastikan tahun ini target selesai,” terangnya.

Namun setelah seluruhnya selesai, Usman mengimbau kepada masyarakat yang memang memiliki usaha di tempat destinasi wisata agar tidak menjual dagangannya dengan harga di luar standar. Karena Pelabuhan Ratu itu identik dengan kata mahal, sehingga pemerintah meminta pola seperti itu perlahan dihilangkan agar menarik minat wisatawan masuk.

“Jualannya jangan mahal-mahal, standar saja karena lebih banyak yang beli maka akan mendapatkan keuntungan juga, dari pada harga mahal yang membeli malah kapok, sehingga wisatawan membawa makan atau bekal dari luar,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Berita Terbaru