JURNALSUKABUMI.COM ā Identitas pria yang ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus karung dan plastik hitam di bawah Tol Bocimi Seksi II Kilometer 69, Kampung Langkob, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih menjadi misteri.
Dua hari setelah jasad ditemukan, polisi masih kesulitan memastikan siapa korban. Kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan membuat sejumlah metode identifikasi tidak dapat dilakukan secara optimal.
Kasatreskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengatakan, kondisi wajah korban sudah tidak lagi menunjukkan bentuk yang jelas. Sementara bagian tangan yang seharusnya dapat menjadi petunjuk melalui sidik jari juga mengalami kerusakan.
“Ya, saat ini kami masih berusaha mencari identitas kesulitannya,” ujar Dudi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, pembusukan membuat wajah korban sulit dikenali. Kondisi sidik jari juga sudah melepuh sehingga menyulitkan proses identifikasi.
“Wajah udah tidak ter lihat bentuk wajah. Terus, sidik jari sudah melepuh,” katanya.
Dalam kondisi minim petunjuk tersebut, polisi sementara mengandalkan pakaian yang dikenakan korban. Salah satu ciri yang cukup menonjol adalah kaos putih bergambar barong dengan tulisan Bali.
Korban juga mengenakan celana training berwarna hitam dengan lis kuning.
“Petunjuk paling terlihat sekarang kan hanya menggunakan kaos warna putih bergambar barong bertuliskan Bali dan training hitam berlis kuning,” kata Dudi.
Polisi juga belum menemukan tanda khusus pada tubuh maupun benda yang melekat pada korban yang dapat mempersempit pencarian identitas.
“Sementara petunjuk yang ada itu. Karena tanda di badan juga nggak ada. Tato, cincin, kalung dan lain sebagainya nggak ada yang melekat,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mendapatkan informasi lebih pasti mengenai usia korban maupun perkiraan waktu kematiannya.
“Sampai dengan saat ini masih nunggu hasil otopsi dari rumah sakit. Kita nggak bisa memperkirakan,” kata Dudi.
“Usia belum. Nanti setelah hasil otopsilah keluar. Biar pasti,” sambungnya.
Selain identitas, polisi juga masih mendalami bagaimana jasad tersebut bisa berada di lokasi. Posisi penemuan yang berada tepat di bawah sisi jalan tol dengan ketinggian sekitar tujuh meter menjadi salah satu bagian yang turut diperiksa penyidik.
“Ya kemungkinan besarnya seperti itulah. Kan itu di pinggir tol di bawah, ketinggian 7 meter itu,” ujar Dudi.
Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian sebenarnya, termasuk penyebab kematian korban dan bagaimana jasad tersebut sampai berada di bawah jalan tol.
Jasad pria tanpa identitas itu sebelumnya ditemukan warga pada Selasa (29/9/2026) pagi. Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terbungkus karung dan plastik hitam serta dalam kondisi terikat.
Polisi kini masih mengumpulkan petunjuk untuk mengungkap identitas korban. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga juga diminta segera menghubungi kepolisian.
“Kalau ada keluarga yang merasa kehilangan segera menghubungi kepolisian,” imbaunya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar