JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi Asep Japar meminta jajaran kewilayahan hingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi memicu bencana.
Imbauan tersebut disampaikan Asep Japar menyusul sejumlah kejadian akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, termasuk dampak hujan deras dan angin kencang di Kecamatan Cicurug.
Menurut Asep, kewaspadaan perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Ya tetap kita pada saat pertemuan ataupun di wilayah ataupun di kedinasan, tetap kepada Camat, Lurah, termasuk kepada masyarakat waspada dalam menghadapi musim hujan,” kata Asep Japar, Kamis (01/10/2026).
Ia menilai setiap memasuki musim penghujan, potensi bencana perlu menjadi perhatian. Tidak hanya bencana yang berkaitan dengan hujan, kondisi cuaca juga dapat menimbulkan berbagai dampak lain yang perlu diantisipasi.
“Ya kita kan setiap musim hujan pasti ada apa, bencana. Termasuk juga kekeringan juga sama,” ujarnya.
Karena itu, Asep meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Camat, lurah dan masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca.
Sebelumnya diberitakan, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menghadapi dampak hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu (30/9/2026).
Selain merusak puluhan rumah warga, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan sembilan pohon tumbang di wilayah RW 01. Sejumlah pohon bahkan tumbang di sekitar fasilitas pendidikan SMAN 1 Cicurug.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 52 rumah warga terdampak. Kerusakan tersebar di tiga wilayah RT dengan tingkat dampak berbeda.
Kampung Purwasari RT 01/RW 01 menjadi wilayah yang paling banyak terdampak dengan 29 rumah mengalami kerusakan.
Kemudian di RT 02 terdapat sembilan rumah terdampak, sementara 14 rumah lainnya berada di RT 03.
Kepala Desa Purwasari Agus Setiagunawan turun langsung memantau kondisi wilayah dan penanganan pascakejadian. Hingga Kamis siang, petugas gabungan bersama pemerintah desa masih berada di lapangan untuk menangani dampak pohon tumbang serta memastikan kondisi lingkungan aman.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
”Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini juga menjadi pengingat agar kita semua selalu waspada terhadap cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi. Semoga Allah melindungi kita semua di mana pun dan kapan pun,” tutur Agus, Kamis (01/10/2026).
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar