Jelang Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kota Sukabumi Berangsur Naik

Sabtu, 10 April 2021 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang H-3 Ramadhan, sejumlah bahan pokok penting (bapoktin) mengalami kenaikan di Pasar Lettu Bakri dan Pasar Pasundan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi (10/4/21).

Bahan-bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tersebut diantaranya daging ayam, daging sapi, cabai merah, cabai rawit, telor, minyak goreng bawang merah, dan bawang putih.

“Kang harga cabai TW naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 55 ribu sedangkan harga cabai rawit merah atau cengek turun menjadi Rp 70 ribu dari sebelumnya Rp 130 ribu per kilo,” ungkap Yadi (28) salah satu pedagang di Pasar Lettu Bakri, Sabtu (10/4/2021).

Dikatakan Yadi, selain kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah, kentang, dan yang lainnya. Meski begitu, kenaikan harga belum terlalu signifikan.

Ditempat yang sama, salah satu pedagang ayam potong, Daden (35), mengatakan ada kenaikan harga secara berangsur dari Rp 20 per kilogram hingga kini menjadi Rp 40 ribu perkilo.

“Biasanya menjelang bulan puasa harganya normal. Seharusnya kita menjual Ayam perkilonya Rp 45 ribu tapi masih ditawar oleh pembeli. Ya Alhamdulilah walaupun dapat sedikit keuntungan,” tuturnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditi telur ayam. Salah satu pedagang, Usep, mengatakan harga telur naik Rp 500 per kilogram.

Di hubungi secara terpisah Kepala Seksi Pengawasan Barang Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, menuturkan bahwa sesuai pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Diskumindag secara resmi hanya di wilayah Pasar Ex. Pelita dan Pasar Tipar Gede, pasokan tetap sedangkan permintaan meningkat.

Hal ini menyebabkan harga terkoreksi naik.

“Kalau untuk di wilayah pasar Lettu Bakri dan Pasar Pasundan itu tidak termasuk pemantauan kami lantaran pasar tersebut awalnya hayang pedagang kaki lima (PKL) jadi tidak resmi dan bukan pantauan kami,” jelasnya.

Rifki menjelaskan jika terjadi perbedaan harga antara ek pasar pelita dan tipar gede dan pasar lettu bakri serta pasar pasundan itu hanya psikologis pedagangnya.

“Seperti halnya di sepanjang pasar Jalan Harun Kabir para pedagang menjual barang dengan harga yang berbeda itu tidak dalam pemantauan kami,” tutupnya.

Reporter: Azis R | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru