JURNALSUKABUMI.COM – Pemandangan berbeda terlihat di muara Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar pantai berbondong bondong mendekati muara sungai.
Diketahui masyarakat tersebut sedang memanen jutaan ikan kecil yaitu Impun yang melakukan migrasi dari laut menuju sungai. Tradisi Salawena atau Ngala Impun masyarakat pesisir pantai hanya bisa dilihat di bulan-bulan tertentu.
“Tradisi Ngala Impun ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang, tetapi tidak diketahui kapan tradisi ini dimulai, yang jelas setiap akhir bulan kalender hijriah setiap muara sungai pasti diParungpenuhi warga untuk menjaring ikan kecil ini,” kata Warga Desa Citepus, Ujang Saepullah kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (8/04/21).
Sambung dia, ikan ini termasuk favorit warga di pesisir pantai, selain rasanya yang gurih ikan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga banyak warga yang menjaringnya untuk sekedar dimakan ataupun dijual.
“Ikan ini kalo di jual sekitar Rp 80 ribu perkilo. Namun, kalau hasil tangkapan sedikit paling hanya untuk konsumsi sendiri saja, apalagi hasil tangkapan beberapa tahun terakhir terus menurun,” terangnya.
Sementara itu, pedagang yang berada di pesisir pantai, Sukarya mengaku sangat terbantu dengan adanya perpindahan ikan itu. Sebab, menjadi bahan tontonan pengunjung baik lokal maupun luar sukabumi.
“Tradisi ini unik bisa menarik pengunjung datang ke Palabuhanratu, soalnya kalau saya lihat, saat musim panen ikan Impun ini, muara Citepus selalu di penuhi warga yang sekedar ingin melihat-lihat ataupun memfoto aktivitas Ngala Impun,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: FK Robbi












