Tradisi Ngala Impun, Jadi Daya Tarik Wisatawan Pelabuhan Ratu

Kamis, 8 April 2021 - 19:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemandangan berbeda terlihat di muara Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar pantai berbondong bondong mendekati muara sungai.

Diketahui masyarakat tersebut sedang memanen jutaan ikan kecil yaitu Impun yang melakukan migrasi dari laut menuju sungai. Tradisi Salawena atau Ngala Impun masyarakat pesisir pantai hanya bisa dilihat di bulan-bulan tertentu.

“Tradisi Ngala Impun ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang, tetapi tidak diketahui kapan tradisi ini dimulai, yang jelas setiap akhir bulan kalender hijriah setiap muara sungai pasti diParungpenuhi warga untuk menjaring ikan kecil ini,” kata Warga Desa Citepus, Ujang Saepullah kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (8/04/21).

Sambung dia, ikan ini termasuk favorit warga di pesisir pantai, selain rasanya yang gurih ikan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga banyak warga yang menjaringnya untuk sekedar dimakan ataupun dijual.

“Ikan ini kalo di jual sekitar Rp 80 ribu perkilo. Namun, kalau hasil tangkapan sedikit paling hanya untuk konsumsi sendiri saja, apalagi hasil tangkapan beberapa tahun terakhir terus menurun,” terangnya.

Sementara itu, pedagang yang berada di pesisir pantai, Sukarya mengaku sangat terbantu dengan adanya perpindahan ikan itu. Sebab, menjadi bahan tontonan pengunjung baik lokal maupun luar sukabumi.

“Tradisi ini unik bisa menarik pengunjung datang ke Palabuhanratu, soalnya kalau saya lihat, saat musim panen ikan Impun ini, muara Citepus selalu di penuhi warga yang sekedar ingin melihat-lihat ataupun memfoto aktivitas Ngala Impun,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB