JURNALSUKABUMI.COM – Ibu-ibu Kader Posyandu Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendapat penyuluhan mengenai covid-19 dan kesehatan.
Penyuluhan itu merupakan program kerja non fisik program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -110 Kodim 0607/Kota Sukabumi, sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya kesehatan khususnya penanganan stunting. Sebab, Sukabumi sendiri masih banyak ibu yang tidak tau cara menanggulangi hal tersebut.
“Kali ini penyuluhan TMMD non fisik digelar di Balai Desa Sundawenang, dan langsung mendatangkan beberapa bidan dari Puskesmas Parungkuda dengan tujuan memotivasi ibu-ibu kader,” kata Pasi Ter Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kapten Infanteri Akhmad Samas, dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Sabtu (20/03/21).
Sementara itu, pemberi materi Bidan Hera Puskesmas Parungkuda menjelaskan Stunting sendiri merupakan kondisi dimana seseorang kekurangan gizi kronis yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standart usianya.
“Balita Stunting sebenarnya bisa dipantau pertumbuhannya dari mulai dini, Seperti masa pembuahan atau biasa di kenal dengan seribu hari pertama kehidupan, sampai proses lahiran,” terangnya
Tidak hanya itu lanjut ia, pemberian materi tentang posbindu pun ia berikan, Posbindu atau pos pelayanan terpadu untuk pelayanan kesehatan lansia sangat lah berguna, dengan begitu lansia yang berada di wilayah sekitar yang cukup jauh untuk ke puskesmas bisa terlebih dahulu menghubungi posbindu. Dengan adanya itu, dapat melihat perkembangan kesehatannya berupa tinggi badan, berat badan, IMT, ukuran tensi darah dan cek lab sederhana, namun apabila ditemukan gejala penyakit dirujuk ke puskesmas setempat.
“Lansia itu dalam kedokteran ada beberapa jenis yakni, usia 45 tahun sampai 59 tahun disebut lansia awal atau pra lansia, umur 60 tahun sampai 69 tahun yaitu lansia, dan umur 70 tahun keatas lansia resti,” tandasnya
Reporter: Ilham Nugraha I Redaktur: Mohammad Noor












