Puluhan Rumah Warga Desa Tegallega Bakal Dibongkar, Ini Faktanya!

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, bakal dibongkar dalam waktu dekat ini.

Pembongkaran tersebut tidak lain upaya pemerintah Desa Tegallega dalam menuntaskan RTLH di wilayahnya.

Kini, program tersebut sudah masuk tahap sosialisasi dan direncanakan bedah rumah ini untuk 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam tahap ini, seputar proses penyaluran dana dan mekanisme pembangunan RTLH sudah dibahas. Dari mulai pencairan anggaran sampai pada tahap pelaksanaan berikut bentuk laporan pertanggungjawaban di akhir kegiatan.

Demikian disampaikan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Guruh Gumilar kepada jurnalsukabumi.com usai acara.

Dia mengatakan, titik fokus pelaksanaan program RTLH ini terletak pada kesiapan KPM untuk menyediakan sumber daya berupa swadaya. Di samping swadaya, KPM juga harus menunjukkan bukti kepemilikan tanah atau bangunan.

“Swadaya mutlak diperlukan untuk membuktikan keseriusan KPM untuk menerima bantuan tersebut. Selanjutnya, KPM juga harus melampirkan bukti kepemilikan tanah berupa surat keterangan dari desa,” ujar Guruh kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (28/2/2021).

Sementara itu, Ketua LPM yang juga selaku Tim Pelaksana Lapangan menjelaskan, ada tiga poin penting yang dibahas dalam acara sosialisasi tersebut. Penggunaan anggaran dibagi kedalam pos anggaran operasional LPM sebesar Rp300 ribu per unit, upah kerja Rp700 ribu per unit dan pembelian material bangunan Rp16,5 juta per unit.

“Pembahasan tentang penggunaan anggaran sudah disepakati. KPM juga bersedia untuk mengeluarkan swadaya. Terakhir mekanisme pembangunan RTLH juga semuanya disepakati forum,” tandasnya.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh pejabat Perkim sekaligus menjabat Koordinator RTLH Kabupaten Sukabumi, Yaman, Kepala Desa Fuad Abdullatif, Babinsa Serda Sugiharto dan Bhabinkamtibmas Brigadir JP Sigalingging. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta menerapkan protokol kesehatan.

Reporter: Usep Mulyana Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru