Tekan Angka Stunting, Menko PMK Rela Blusukan ke Kecamatan Cidahu 

Kamis, 25 Februari 2021 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Untuk mengatasi stunting, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy rela blusukan dan berdialog langsung bersama masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

Dialog yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi itu bertujuan memberikan pemahaman kepada ibu tentang gizi balita, tentang pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan gizi balita melalui praktik pemberian makanan.

“Hari ini ke Desa Cidahu bersama kepala BKKBN ingin melihat langsung pelaksanaan koordinasi penanganan stunting di level paling bawah,” kata Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (25/02/021).

Muhadjir menjelaskan, stunting pada anak dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas, proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal. Namun, kenyataannya ia lebih pendek dari anak-anak seusianya.

“Seperti kita ketahui, jumlah kasus stunting di Indonesia per tahun 2019 mencapai 27,67 persen. Namun dalam kurun satu tahun kini semakin terlihat penurunannya,” kata Muhadjir.

Penanganan stunting sendiri merupakan prioritas nasional. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan agar prevalensi stunting ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada tahun 2024.

“Penanganan stunting perlu kerja keras, karena kita tau stunting ini jadi prioritas pemerintah untuk kita turunkan besar besaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cidahu Asep Saepul Parlan menambahkan angka Kasus stunting pada tahun 2019 mencapai 12 persen. Namun berkat dukungan semua, kasus tersebut bisa semakin di tekan, dan kini hanya 3 persen dalam satu kecamatan.

“Alhamdulillah saat ini telah terjadi penurunan prevalensi stunting, desa Cidahu sendiri termasuk wilayah yang paling rendah,” tandasnya

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru