Program YESS Kementan Disambut Positif Petani Milenial di Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 30 Januari 2021 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.com – Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) yang diluncurkan Kementerian Pertanian mampu membuat generasi milenial di Sukabumi, Jawa Barat, kian menggeliat. Program tersebut mendapatkan sambutan positif dari petani milenial, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Salah satu dari petani milenial tersebut adalah Adhe Usman. Dia adalah petani bawang merah anggota kelompok tani (Poktan) Kalapacondong, Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

“Saya bangga jadi petani, bahagia bisa menyediakan pangan bagi masyarakat,” tegas Adhe Usman, ketika ditemui oleh Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukabumi, Diah Sujatman di lahan usaha taninya.

Menurut Adhe, lahan pertanaman bawang merahnya semakin bertamabah dengan bergabungnya 7 orang petani sebagai plasmanya. Sekarang lahan bawang merahnya sudah mencapai 8 hektar, dan sedang mencoba pengembangan bawang putih dengan benih varietas lokal.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dari para penyuluh di Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang terus membimbing dirinya dan petani lain. Salah satu metode yang disukai Adhe dalam kegiatan penyuluhan adalah anjangsono atau kunjungan pada petani, sebab bisa langsung bertanya kepada penyuluh tentang masalah yang dihadapi petani. Menyadari kedekatan antara petani dengan penyuluh, program YESS melibatkan BPP sebagai Business Development Service Provider (BDSP).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan lewat Program YESS Kementan terus mengajak generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian dan menjadi petani. Mentan yakin usaha pertanian sangat menjanjikan karena memiliki pasar yang pasti dan menjadi basis ekonomi nasional.

“Covid-19 sudah memberi pelajaran bahwa yang punya uang itu ya pertanian. Bertani di era digital saat ini tak lagi seperti dulu, Petani saat ini tidak lagi kotor, becek-becek, panas-panasan,” tuturnya.

Mentan menambahkan, teknologi membuat proses budidaya pertanian dapat dilakukan dengan mekanisasi. Bahkan minim tenaga karena adanya teknologi-teknologi robot yang bisa dipakai. Ia pun mengaku tengah mempersiapkan strategi jitu untuk mendongkrak lahirnya para petani milenial.

Mentan berharap di setiap provinsi harus terdapat sekolah pertanian yang terkoneksi dengan program-program pemerintah. “Dengan begitu, para lulusan sarjana nantinya tak hanya matang dalam teori, namun dalam praktik budidaya pertanian yang dijadikan sebagai bisnis,” katanya.

Tak hanya itu, berbagai program regenerasi petani pun dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya melalui Program YESS. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Program YESS merupakan upaya untuk menghasilkan wirausahawan milenial yang berkualitas di sektor pertanian.

Melalui program YESS, Dedi berharap akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. “Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) yang juga Direktur program YESS Idha Widi Arsanti menjelaskan BPP merupakan rumahnya petani. “Sebagai BDSP atau penyedia jasa konsultasi usaha, maka BPP berperan mempromosikan pemuda pedesaan mengembangkan agribisnis dengan pelatihan dan pengawasan bisnis,” ungkapnya

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Konflik Lahan di Sukabumi Berujung Berdarah, Pria 53 Tahun Dibacok Golok
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:13 WIB

Konflik Lahan di Sukabumi Berujung Berdarah, Pria 53 Tahun Dibacok Golok

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:14 WIB

Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Berita Terbaru

OPINI

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB