JURNALSUKABUMI.COM – Musim panen tahun ini, harga Manggis di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, merangkak naik hingga tembus Rp30 ribu per kilogram (Kg).
Bahkan, harga tersebut merupakan harga dari petani ke pengepul. Dikabarkan sebelumnya, harga buah yang memiliki nama latin garcinia mangostana itu di wilayah Bojongkembar, Cikembar, hanya tembus diangka Rp21 sampai Rp25 ribu per kg. Namun, selang beberapa minggu kini harganya melambung tinggi.
“Dari petani ke pengepul itu perkilonya Rp30 sampai 35 ribu tergantung kualitas buah,” kata salah satu petani manggis setempat Ujang Sopyan (36) kepada jurnalsukabumi.com Rabu (27/1/21).
Harga tersebut terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan musim panen yang sebelumnya. “Ya, lumayan tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya tembus Rp12 Ribu perkilonya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengepul manggis Kosim mengatakan, harga manggis meroket salah satu penyebabnya adalah musim panen tahun ini jarang berbuah.
“Kendala yang dihadapi musim ini karna faktor cuaca sehingga buah manggis keluarnya sedikit dan yang membuat harga manggis melonjak di musim ini karena buahnya sedikit dan persaingan harga dari pengepul tinggi karena berebutan barang sehingga muncul daya saing harga yang lumayan bagus,” tuturnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur : Ujang Herlan












