Lapang Merdeka dan CFD Kota Sukabumi Ditutup, Kenapa?

Jumat, 27 November 2020 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah ruang publik di Kota Sukabumi, untuk sementara waktu kembali dilakukan penutupan. Lokasi tersebut yakni Lapang Merdeka, pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin dilaksanakan setiap hari minggu di Jalan Syamsudhin SH, Alun-alun Kota Sukabumi hingga kawasan Santasea.

Hal itu dilakukan lantaran kasus virus covid-19 di Kota Mochi ini kembali mengalami peningkatan. Saat dikompirmasi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Sukabumi, Dokter Wahyu Handriana, membenarkan terkait penutupan itu, ia menyebut hal itu dilakukan lantaran beberapa bulan ini kasus covid-19 di Kota Sukabumi mengalami peningkatan.

“Kegiatan penutupan beberapa tempat tersebut memang terkait dengan surat edaran Wali Kota Sukabumi, tentang pembatasan kerumunanan sehubungan dengan adanya peningkatan kasus yang signifikan dalam satu bulan ini,” kata Wahyu kepada wartawan, Jum’at (27/11/20).

Namun, lanjut Wahyu pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan itu akan dilakukan, yang jelas kata dia, masyarakat diminta untuk tidak melakukan kerumunan di tempat-tempat itu dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Belum diketahu pasti sampai kapan, yang jelas saat ini sudah dilakukan penutupan,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, beberapa hari ini temuan kasus covid-19 di Kota Sukabumi mengalami peningkatan dan jumlahnya bisa mencapai puluhan orang. Bahkan kata dia update gugus tugas hari ini saja Jum’at (27/11), mengalami penambahan sebanyak 33 orang, maka total kasus positif di Kota Sukabumi hari ini menjadi 931 orang.

“Setiap hari mengalami peningkatan hamir 20 sampai 30 penambahan dalam satu hari,” jelas Wahyu.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, pihaknya juga turut membenarkan terkait penutupan sementara itu. Ia menghimbau kepada maysarakat tidak dulu melakukan aktivitas berkerumun dan tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Untuk pencegahan setiap hari melaksanakan Operasa yustisi pendisiplinan masyarakat dalam penerapan Prokes. Tetap juga melaksanakan himbauan dan bagi bagi masker. Meminta warga masyarakat tidak membuat giat yang mengundang banyak orang atau berpotensi mengundang banyak orang,” pungkasnya.

Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:43 WIB

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:45 WIB

Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!

Berita Terbaru