JURNALSUKABUMI.COM – Limbah kain potongan ternyata bisa menjadi barang-barang bernilai tinggi. Salah satunya dengan mensulap menjadi bunga hias indah dan ramah lingkungan.
Seperti yang dilakukan pengrajin bunga hias cantik dari hasil tangan pasangan suami istri Sofyan Nurfajri dan Iis Sofyan asal Kampung Pasir RT. 01/04, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabuapten Sukabumi.
Dengan memanfaatkan limbah potongan kain tak terpakai tersebut ternyata mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bahkan, usaha rumahan yang baru digeluti sekitar satu bulan ini sudah mulai dibanjiri orderan.
“Awalnya, untuk mengurangi limbah yang biasa jadi sampah atau dibakar begitu saja. Sehingga tercetuslah untuk bisa dimanfaatkan dengan membuat kerajinan tangan,” kata Iis Sofyan Owner Yanis Florist kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (31/10/2020).
Berawal dari itu, Iis dan Sofyan lalu mengajak keluarga serta tetangga sekitar untuk membuat bunga hias yang bahannya terbuat hampir 70% dari limbah kain tersebut.
Kini, berkat ketekunan dan kreatifitasnya tersebut pesanan pun makin diminati. Bahkan, dalam perminggu sudah bisa mengeluarkan 10 produk berbagai jenis hiasan.
“Alhamdulilah orderan ada terus. Pembuatannya dengan cara manual, bahan-bahan ini kemudian dirangkai menjadi bunga hias,” kata Iis.
Ragam jenis kerajinan pesanan yang siap antar itu pun perlihatkan. Dari mulai hiasan pas bunga untuk meja tamu, bunga sudut ruangan hingga bunga meja podium dan buket.
“Banyak sih jenisnya, tergantung pesanan. Hanya saja, kita display juga bunga hias yang jadi untuk contoh di rumah,” terangnya.
Disinggung soal harga, Iis mengaku harga satuannya pun terbilang cukup ekonomis dan disesuaikan dari bahan dan pengerjaanya saja.
“Harganya satuannya dari mulai Rp50-200 ribu. Tergantung ukuran, motiv, kesulitan pengerjaan dan bahan tambahan selain limbah kain ini,” tutupnya.
Sementara itu, untuk pesanan bunga hias cantik tersebut, bisa datang langsung ke lokasi Yanis Florist atau bisa secara online menghubungi di nomor 0812-1094-5226.
Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Ujang Herlan












