JURNALSUKABUMI.COM – Seorang tuna netra Hamid (49) warga Kampung Cikaracak RT. 42/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, kini bisa sedikit bernafas lega.
Kenapa tidak, nasib pilu yang dialaminya tersebut mengetuk hati sejumlah para dermawan termasuk respon cepat dari salah seorang penggiat sosial sekaligus pendiri Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli (SKP), Kristiawan Saputra.
Ia yang di dampingi anak kandungnya turun langsung meninjau keberadaan Pak Hamid. “Sangat miris, saya langsung menyambangi beliau dan benar semua isi dagangan warung Pak Hamid kosong, dikarenakan dibobol maling,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (14/10/2020).
Sambung Kristiwan, melihat kondisi yang cukup memprihatinkan ini, kedepannya berencana bersama tim SKP akan menggelar donasi dan mengajak untuk berdonasi dengan membantu mengisi kembali barang dagangannya.
“Insyallah kita akan membantu kembali memberikan modal termasuk memberikan konsep warung yang bisa lebihbaman dan memiliki daya tarik pembeli berupa gerobak yang bisa dibawa pulang,” kata Kristiawan.
Diberitakan sebelumnya, nasib malang yang dialami seorang tuna netra bernama Hamid (49) warga Kampung Cikaracak Rt 42/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi ini pasca warungnya dibobol maling sejak empat bulan lalu. Kini, mata pencahariannya hilang dan drastis tak menentu. Bahkan, Ia terpaksa beralih profesi menjadi buruh penjual batu split.
Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan












