Sinyal “Bapuk”, Pemilik Home Stay Geopark Ciletuh Mengeluh

Kamis, 8 Oktober 2020 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keberadaan jaringan sinyal seluler yang buruk atau “Bapuk” dikeluhkan sejumlah pemilik Home Stay Geopark Ciletuh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. Pasalnya keberadaan sinyal jaringan seluler merupakan penunjang utama untuk meraih wisatawan dan pengunjung. Tapi saat sinyal jelek membuat pemilik jengkel.

“Jaringan seluler ini memang sangat penting. Tapi kalau seperti ini pengunjung atau wisatawan menurun karena kurang pelayanan dan komunikasi,” ungkap Pemilik Home Stay Geopark Ciletuh Eden Permana (50) kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (08/10/20).

Keberadaan sinyal seluler baik jaringan telepon dan internet yang jelek sendiri dirasakan oleh pemilik sekitar satu tahun silang. Jenis jaringan yang dipakainya baik Indosat maupun Telkomsel sama-sama jelek. Adahal Geopark Ciletuh sudah diakui oleh Unescco Global Geopark (UGG). Tapi jaringan telekomunikasi jelek begini.

“Bukan saya saja, pemilik lain pun mengeluhkan, sudah barang tentu bukan hanya persoalan kami dalam berkomunikasi dengan pengunjung. Tapi keberadaan wisatawan pun tak betah, karena sinyal yang tidak bagus,” katanya.

Hal yang sama dikatakan pemilik Home Stay lainnya, M. Anwar (40) mengatakan, keberadaan jaringan seluler internet saat ini menjadi kebutuhan utama baik wisatawan dan pengelola. Namun jika jelek seperti ini penghasilan pun merosot.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar penunjang Geopark Ciletuh ini diperhatikan. Apalagi kaitan jaringan komunikasi seluler yang sangat dibutuhkan sekali,” harapnya.

Smentara itu, salah satu wisatawan Home Stay asal Jakarta, Faisal Salim menuturkan, dengan buruknya jaringan sangat disesalkan. Karena jaringan ini sangat perlu untuk memberi informasi saudara-saudara yang ada di Jakarta.

“Sebenarnaya sinyal jaringan seluler itu ada meskipun tidak terlalu bagus tapi berbeda beda tempat, mungkin akibat angin atau faktor tempat yang dikelilingi gunung dan bukit ,saya juga tidak megerti yang menjadikan sinyalnya hilang total,” pungkasnya.

Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru