SPSI Siap Kawal Proses PHK Buruh GSI 1 Cikembar

Selasa, 6 Oktober 2020 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Serikat Pekerja Textile Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK SPSI) PT. GSI I Cikembar secara lantang akan mengawal proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ribuan buruh oleh pihak perusahaan.

Terutama, akan mengawal buruh yang melakukan aksi spontan demonstrasi yang digelar di GSI 1 Cikembar, Blok A yang dipicu adanya PHK efisiensi.

“Hari ini sudah ada keputusan management bersedia untuk mendata ulang siapa saja buruh yang ingin di PHK dengan dengan dua kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK), sesuai dengan tuntutan dari mereka para buruh,” kata Ketua SP TSK SPSI PT. GSI I Cikembar, Ferry Supriyadi, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (6/10/20).

Karena menurut Ferry, hal yang wajar jika para buruh tadi melakukan aksi spontanitas terkait dengan adanya PHK efisiensi. Karena, hal itu sebenarnya masih ada di ranah perusahaan.

“Jelas masih ada di ranah perusahaan. Dan mungkin ada beberapa buruh di departent lain juga menginginkan di PHK dengan dua kali ketentuan hingga terjadi aksi spontanitas,” jelasnya.

Namun, sambung Ferry sangat disayangkan kondisi seperti ini banyak yang memanfaatkan untuk hal-hal yang lain. Padahal, keinginan mereka (buruh,red) untuk PHK dengan dua kali PMTK itu SPSI yang mengurus dan ini merupakan rangakaian dari perjuangan.

Di samping itu kata dia, setiap perundingan terkait dengan hal tersebut dari awal hingga akhir, pihaknya selalu melibatkan pengawas yang ada di lapangan sebagai perwakilan dari buruh.

“Mungkin karena komunikasi pengawas dengan karyawan tidak baik. Yang jelas, kami SPSI memperjuangkan itu sesuai dari aspirasi bawah, adapun yang terjadi di lapangan ternyata para buruh tidak mengetahui hal tersebut dan pengawas tidak memberikan info,” tutupnya.

Reporter: Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:43 WIB

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Berita Terbaru