JURNALSUKABUMI.COM – Kepedulian dan kekompakan dibuktikan dengan aksi nyatana. Pemuda Kampung Pamoyanan RT 12/03, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi rereongan iuran untuk membangun jalan setapak yang merupakan poros penghubung antar kampung
Dalam melancarkan aksinya, puluhan pemuda bahu-membahu iuran untuk wujudkan impian miliki jalan. Mereka kebanyakan kerja di luar daerah dan kerja serabutan di kampung. Untuk iuran dikelola langsung forum yang dijuluki Budak Kampung Pamoyanan (BUPAMO).
Inisiator aksi Budi menyebut, mimpi bertahun-tahun terbangunnya jalan lingkungan menjadi pemicu utama munculnya aksi ini.
‘Kuatnya mimpi punya jalan di kampung yang nyaman, kami para pemuda Pamoyanan lakukan langkah ini secara inisiatif rereongan iuran membangun jalan ini,” ujar Budi Penasihat BUPAMO, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (30/09/20).
Tak sia-siakan waktu,Budi mulai mengerahkan puluhan pemuda sejak Selasa (29/09/20) malam, melakukan peroses pembangunan jalan utama penghubung antar kampung tersebut.
“Bupamo bisa dibilang budak pamoyanan, membangun jalan lingkungan sepanjang 600 meter dengan lebar 80 cm,” katanya
Saking peduli akan lingkungan, kaum milineal di Kampung Pamoyanan Desa Bantaragung.Tak lagi mengharapkan bantuan pemerintah terlebih saat pandemi.
“Semasa covid-99 ini, kami tidak mengharapkan bantuan pemerintah. Karena masih banyak orang yang kena dampak yang membutuhkan,” aku Budi
Namun, bila saja pandemi berakhir tentunya pemerintah dari Kabupaten Sukabumi hingga Pusat lebih fokus perhatikan kondisi Kampung Pamoyanan Desa Bantaragung.
“Akses jalan begitu sulit terlebih saat musim penghujan warga bagaikan terisolir kondisinya,” pungkasnya.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi












