Demo Tolak RUU Omnibus Law di Gedung DPRD Kota Sukabumi Ricuh

Senin, 20 Juli 2020 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa Kelompok Cipayung, gabungan dari HMI, IMM, GMNI, dan PMII, di gedung DPRD Kota Sukabumi yang berada di Jalan HJ Djuanda diwarnai kericuhan, Senin (20/07/2020).

Pantauan jurnalsukabumi.com, kericuhan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, bermula ketika puluhan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan RUU Omnibus Law itu ingin merangsak masuk ke gedung wakil rakyat tersebut. Namun dengan penjagaan ketat petugas Polres Sukabumi Kota yang sudah siaga di gerbang depan, aksi mereka teradang. Aksi saling dorong-mendorong antar petugas dan demonstran tak terelakan, situasi semakin memanas. 

Beberapa menit kemudian, malah para mahasiswa saling adu mulut sesama mereka hingga terjadi saling dorong. Terlihat ada yang terjungkir antara peserta aksi. Kejadian itu diduga dipicu akibat kesalahpaham antarpara peserta aksi. Polisi pun segera melakukan pembubaran masa agar situasi tidak memanas. 

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, kerusuhan itu diduga lantaran mahasiswa ingin masuk ke dalam gedung. Namun dengan kapasitas gedung yang tidak bisa menampung banyak orang dan para peserta aksi tidak menerapkan protokol kesehatan terpaksa para peserta dihalau hingga terjadi aksi saling dorong.

“Adanya cekcok peserta aksi itu dipicu karena semua peserta ingin masuk ke dalam area lingkungan DPRD padahal peserta aksi ini tidak menerapkan protokol kesehatan. Secara prosedur benar kita harus mengurangi jumlah peserta karena kapasitasnya sedikit untuk masuk ke suatu area. Jadi mohon ini bisa dipahami mungkin karena tadi dari perwakilan dilihat persentatif oleh peserta massa aksi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/07/2020).

Atas kejadian itu, Sumarni mengimbau para demonstrasi agar selalu menjaga ketertiban, selain itu ia pun meminta agar selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Sukabumi.

“Kami mengimbau agar selalu melaksanakan aksi, dengan tertib demi Keamanan dan Kenyamanan masyarakat Kota Sukabumi dan masing – masing pihak untuk menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai kembali setelah pulang unjuk rasa mereka membawa virus covid -19,” pungkasnya.

Reporter: Riki Rahardian | Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB