JURNALSUKABUMI.COM – Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa Kelompok Cipayung, gabungan dari HMI, IMM, GMNI, dan PMII, di gedung DPRD Kota Sukabumi yang berada di Jalan HJ Djuanda diwarnai kericuhan, Senin (20/07/2020).
Pantauan jurnalsukabumi.com, kericuhan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, bermula ketika puluhan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan RUU Omnibus Law itu ingin merangsak masuk ke gedung wakil rakyat tersebut. Namun dengan penjagaan ketat petugas Polres Sukabumi Kota yang sudah siaga di gerbang depan, aksi mereka teradang. Aksi saling dorong-mendorong antar petugas dan demonstran tak terelakan, situasi semakin memanas.
Beberapa menit kemudian, malah para mahasiswa saling adu mulut sesama mereka hingga terjadi saling dorong. Terlihat ada yang terjungkir antara peserta aksi. Kejadian itu diduga dipicu akibat kesalahpaham antarpara peserta aksi. Polisi pun segera melakukan pembubaran masa agar situasi tidak memanas.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, kerusuhan itu diduga lantaran mahasiswa ingin masuk ke dalam gedung. Namun dengan kapasitas gedung yang tidak bisa menampung banyak orang dan para peserta aksi tidak menerapkan protokol kesehatan terpaksa para peserta dihalau hingga terjadi aksi saling dorong.
“Adanya cekcok peserta aksi itu dipicu karena semua peserta ingin masuk ke dalam area lingkungan DPRD padahal peserta aksi ini tidak menerapkan protokol kesehatan. Secara prosedur benar kita harus mengurangi jumlah peserta karena kapasitasnya sedikit untuk masuk ke suatu area. Jadi mohon ini bisa dipahami mungkin karena tadi dari perwakilan dilihat persentatif oleh peserta massa aksi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/07/2020).
Atas kejadian itu, Sumarni mengimbau para demonstrasi agar selalu menjaga ketertiban, selain itu ia pun meminta agar selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Sukabumi.
“Kami mengimbau agar selalu melaksanakan aksi, dengan tertib demi Keamanan dan Kenyamanan masyarakat Kota Sukabumi dan masing – masing pihak untuk menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai kembali setelah pulang unjuk rasa mereka membawa virus covid -19,” pungkasnya.
Reporter: Riki Rahardian | Redaktur: FK Robbi












