JURNALSUKABUMI.COM – Jelang Hari Raya Idul Adha 2020, penjualan hewan qurban di Kota Sukabumi mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
H Iwan Hamid, salah seorang penjual sapi qurban, yang berdagang di Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong, Kelurahan Warudoyong, Kota Sukabumi mengatakan, saat ini permintaan hewan qurban dari konsumen atau masyarakat cukup banyak. Bahkan di dua minggu jelang hari raya sekitar 70% sapi sudah habis terjual.
“Situasi covid tidak terpengaruh malah meningkat di banding tahun kemarin, bahkan penjualan di tempat saya ini biasanya mendakati hari H baru ramai banyak yang terjual. Tapi sekarang baru dua minggu sudah laku sekitar 70%,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (14/07/2020).
Menurut Iwan, untuk harga jual sapi qurban saat memang mengalami penurunan 5% dibanding tahun lalu. Misalnya untuk jenis sapi lokal di bandrol dari yang paling murah Rp 15 juta per ekor hingga Rp 65 juta untuk sapi jenis limosin.
“Harga sapi besar stabil, kalau sapi sedang ada sedikit menurun, sapi jumbo masih dikisaran harga Rp 65 Juta, untuk lokal dari harga Rp 15 -40 Juta. Sementara untuk kambing sampai sekarang tidak ada penurunan harga masih standar tapi sudah banyak yang pesan,” terangnya.
Lanjut dia, penurunan harga sapi itu diduga akibat penyebaran virus covid-19, lantaran para peternak sapi khawatir, harga sapi mereka semakin menurun dan tidak laku di pasaran terlebih jelang hari raya idul adha ini.
“Mungkin dampak covid juga salah satu alsan utamanya. Sehingga, mekanisme pasar yang berlaku dan harganya menurun,” tuturnya.
Iwan menyebutkan, peminat hewan qurban juga bukan hanya di tingkat lokal saja, akan tetapi pihaknya juga melayani permintaan hewan qurban dari sejumlah daerah lainnya di seperti dari daerah Pekalongan, Pati, dan Jawa Barat seperti Bandung hingga Garut.
“Kalo sapi yang kita sediakan bervariatif ada yang berukuran sedang sampai besar. Seperti ada dua jenis sapi Jumbo Super, Limosin dan Brahman Cros itu datang dari beberapa daerah,” sebutnya.
Iwan pun memastikan, sapi-sapi miliknya baik dari aspek kualitas maupun kesehatannya terjamin. Ia menyebut, pihaknya tidak sembarangan dalam membeli barang. Apalagi untuk jenis hewan qurban sudah ada standarnya dari kementrian hingga Dinas terkait.
“Sapi – sapi di kita sudah teruji.Bahkan, tadi sudah di cek oleh dokter hewan dari DKP3, sapi disini sudah dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit menular seperti antrak,” pungkasnya.
Reporter: Riki RahardianII Redaktur: Ujang Herlan












