JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korp HMI-wati (KOHATI) Cabang Sukabumi menggelar audiensi pertama setelah pasca COVID-19 bersama DPRD Kota Sukabumi, Senin (29/06/2020).
Kedatangan para mahasiswa tersebut sekaligus menyampaikan tiga aspirasi yakni, terkait sejumlah pembangunan fisik di Kota Sukabumi, mengusulkan Bank Data satu pintu dan menolak RUU HIP untuk membatalkan bukan untuk menundanya.
“Tiga poin ini kami sampaikan langung kepada para perwakilan rakyat di Kantor DPRD Kota Sukabumi. Tidak sampai disanan, kita akan kawal kedepannya,” ujar Sekretaris Umum HMI Cabang Sukabumi, Muhammad Mulki kepada jurnalsukabumi.com.
Adapun poin utama kata Mulki, mengenai sejumlah pembangunan fisik di Kota Sukabumi yang berasal dari anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat terancam tidak akan terlaksana. Sebab, anggaran tersebut terkena recofusing untuk penanganan Covid-19 di Jawa Barat.
“Diantaranya pembangunan tersebut, Pasar Pelita, Gor Lapang Merdeka, SD Sudajaya Hilir, Pembangunan Puskesmas Nangeleng E.Pembangunan Depo Arsip, Pembangunan Gedung Audioturium di Jalan Sarasa Kecamatan Cibeureum dan Double track. Semunya mangkrak, belum tuntas dan menjadi catatan merah pemerintah Kota Sukabumi,” jelasnya.
Harapan selanjutnya kata Mulki, mengusulkan Bank Data satu pintu untuk menghimpun data bantuan sosial (Bansos) yang terjaring di DTKS ataupun BPS dalam 3 Bansos tersebut, pengaksesannya bisa langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap datanya berbentuk aplikasi dengan sistem database dan dengan algoritma yang bisa menyesuaikan status keluarga penerima manfaatnya, kemudian untuk validasinya berjalan dengan algoritma yang sudah di buat sehingga verifikasi data cepat dan tepat,” harapnya.
Sementara poin ketiga masih kata Mulki, yaitu pihaknya menolak RUU HIP untuk membatalkan bukan untuk menundanya.
“Semua aspirasi yang kami sampaikan akan di rapatkan kembali dan sisampaikan kepada pemerintah daerah. Kami seluruh akan terus kritis dan mengawal apa yang sudah di sampaikan oleh DPRD Kota Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan












