JURNALSUKABUMI.COM – Jalan penghubung dua Kecamatan. Yakni, Kecamatan Cikembar dan Kecamatan Jampang tengah, yang berada di Wilayah Kampung Cisalak, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, mengalami kerusakan cukup parah amburadul dan sudah belasan tahun belum ada perbaikan. Akibatnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan kondisi jalan tersebut.
Padahal, jalan tersebut merupakan salah satu akses utama warga menuju tempat publik. Seperti pabrik, sekokah, Puskesmas, pasar dan lainnya.
Kepala Kedusunan (Kadus) Leuwiliang, Desa Parakanlima, Dedi Oboy mengatakan, Jalan yang rusak ini, ada sekitar 2,8 kilometer. Hampir setiap hari, terlebih jika dimusim penghujan, kendaraan sepeda motor banyak yang tergelincir hingga jatuh karena badan jalan licin dipenuhi lumpur,
“Tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat yang terjungkal saat melintasi jalan berlubang.” kata Dedi kepada jurnalsukabumi.com.
Jika dimusim penghujan sambung Dedi, seluruh kendaraan yang hendak melintas harus ekstra hati – hati. Pasalnya, selain berbatu dan berlubang, badan jalan pun dipenuhi lumpur dan air.
“Mirip kubangan kerbau kalau dimusim hujan. Pengendara yang melintas harus hati – hati Apalagi, kalau malam hari selain jalannya rusak parah, juga tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU),” ujarnya
Lanjut Dedi, Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, warga sekitar berinisiatif memperbaiki ruas jalan yang rusak itu, dengan peralatan seadanya.
“Warga disini telah menutupi jalan berlubang menggunakan batu dan sirtu dengan swadaya,” imbuhnya
Sementara itu, ditempat yang sama, salah satu tokoh pemuda warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Ojat (35) menuturkan, saat ini kondisi badan jalan selain aspalnya banyak terkelupas, juga banyak kerikil berserakan di badan jalan.
“Bila tidak segera diperbaiki, tentu akan mengancam keselamatan pengendara lalu lintas,” pungkasnya.
Reporter: Ruslan AG || Redaktur: FK Robbi












