Polisi Bakal Tindak Tegas Pemotor ‘Ngeyel’ Hingga Nekat Terobos Perkampungan

Selasa, 26 Mei 2020 - 11:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan bisa meredam potensi penyebaran wabah virus corona alias Covid-19 secara signifikan.

Baik di level Kabupaten Sukabumi maupun skala nasional. Kegiatan pembatasan tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dan perlu dukungan warga di daerah yang dilakukan PSBB.

Namun, dikala himbauan tersebut tetap tidak diindahkan, seperti halnya aksi sejumlah pemotor yang nekat hindari petugas saat pelaksanaan penyekatan di beberapa titik check poin ini, petugas tidak segan-segan bakal menindak tegas.

“Pelaksanaan PSBB seperti di Kabupaten Sukabumi ini digelar di enam titik check point. Kegiatan ini perlu dukungan bersama, minimal tidak keluar rumah,” ujar Kapolsek Cibadak, Kompol Hadi Santoso saat ditemui jurnalsukabumi.com dalam penyekatan di Simpang Ratu Cibadak, Selasa (26/05/20).

Beda halnya, jika ditemukan ada sejumlah pemotor yang nekat hingga menerobos jalan perkampungan demi lolos dan terhindar dari petugas saat pelaksanaan PSBB, ini akan ditindak tegas.

“Apabila kami menemui oknum pengendara yang ngeyel hingga menerobos jalan tikus atau perkampungan tak segan-segan kami akan tindak,” tegas Hadi.

Tindakan tersebut kata dia, bisa berupa dengan cara memberikan pemahaman agar tidak mengulangi hal serupa lagi, atau bahkan hingga menindak secara hukum.

“Jika memang kita temukan ada pemotor yang seperti itu, tindakan pertama akan diminta putar balik dan diberikan pemahaman. Jika, kedapatan kedua kalinya bagi pelanggar, terpaksa menindak secara hukum,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengendara motor nekat menerobos jalan perkampungan di wilayah Cibadak, agar bisa lolos dan terhindar dari petugas dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Reporter : Ifan II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen Pertalite 
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen Pertalite 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN

Berita Terbaru

HEADLINE

Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Senin, 19 Okt 2026 - 14:06 WIB