JURNALSUKABUMI.COM – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan bisa meredam potensi penyebaran wabah virus corona alias Covid-19 secara signifikan.
Baik di level Kabupaten Sukabumi maupun skala nasional. Kegiatan pembatasan tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dan perlu dukungan warga di daerah yang dilakukan PSBB.
Namun, dikala himbauan tersebut tetap tidak diindahkan, seperti halnya aksi sejumlah pemotor yang nekat hindari petugas saat pelaksanaan penyekatan di beberapa titik check poin ini, petugas tidak segan-segan bakal menindak tegas.
“Pelaksanaan PSBB seperti di Kabupaten Sukabumi ini digelar di enam titik check point. Kegiatan ini perlu dukungan bersama, minimal tidak keluar rumah,” ujar Kapolsek Cibadak, Kompol Hadi Santoso saat ditemui jurnalsukabumi.com dalam penyekatan di Simpang Ratu Cibadak, Selasa (26/05/20).
Beda halnya, jika ditemukan ada sejumlah pemotor yang nekat hingga menerobos jalan perkampungan demi lolos dan terhindar dari petugas saat pelaksanaan PSBB, ini akan ditindak tegas.
“Apabila kami menemui oknum pengendara yang ngeyel hingga menerobos jalan tikus atau perkampungan tak segan-segan kami akan tindak,” tegas Hadi.
Tindakan tersebut kata dia, bisa berupa dengan cara memberikan pemahaman agar tidak mengulangi hal serupa lagi, atau bahkan hingga menindak secara hukum.
“Jika memang kita temukan ada pemotor yang seperti itu, tindakan pertama akan diminta putar balik dan diberikan pemahaman. Jika, kedapatan kedua kalinya bagi pelanggar, terpaksa menindak secara hukum,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengendara motor nekat menerobos jalan perkampungan di wilayah Cibadak, agar bisa lolos dan terhindar dari petugas dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Reporter : Ifan II Redaktur: Ujang Herlan












