JURNALSUKABUMI.COM – Keberadaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) infeksius Covid-19 di Kota Sukabumi mengalami peningkatan terlebih di tengah penyebaran pandemi covid-19 ini.
Tercatat, di Bulan April lalu saja sekitar 1.131, 7 kilogram sampah B3 berasal dari Rumah Sakit yang menangani Pasien Corona. Jika tidak dikelola dengan baik, maka limbah akan menimbulkan dampak buruk terutama bagi kesehatan masyarakat.
Menilik hal itu, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun akan serius menangani pengelolaan limbah B3 di Wilayah Kota Sukabumi.
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menyebut Ada tiga hal besar dalam pengelolaan dan penanganan limbah B3 di masa pandemi Covid-19 ini. Tiga hal itu yakni penyimpanan, pengangkutan atau pendistribusian, dan pengolahan. Maka dari itu penanganan nyapun akan serius dilakukan. Pasalnya, limbah tersebut berbeda dengan limbah pada umunya.
“Ada berbagai regulasi pusat dan provinsi mengenai penanganan limbah B3. Di mana wabah Covid-19 ini agar tidak berdampak pada ekses lain, misalnya penanganan limbah B3 jika bisa tepat sesuai arahan tidak akan jadi masalah baru,” kata Fachmi seusai rapat virtual sosialisasi penanganan limbah B3 Infeksius Covid-19 yang digagas Yayasan Mandiri Berkah Berdaya, Rabu (20/05/20).
Sementara itu menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, untuk penanganan pendistribusian limbah sendiri, DLH menyerahkan kepada pihak ke tiga, dan rencananya limbah B3 di Kota Sukabumi akan di buang ke luar kota.
“Pembuangan sendiri akan di buang ke luar daerah Kota Sukabumi, sesuai domisili perusahaan pihak ke 3,” ujar Kadis DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman.
Lanjut dia, Sebelum di angkut limbah medis sendiri terlebih dahulu disimpan di TPS Rumah Sakit. Jenis limbah B3 yang dikelola umunya bersatu dengan ruangan non Covid-19.
“limbah B3 itu disimpan langsung oleh Fasyankes dan dikerjasamakan dengan pihak ke 3 dan ini Khusus B3 pandemik covid 19,” tuturnya.
Sementar itu ia menyebut, tercatat pada Bulan April lalu limbah medis di RS Syamsudhin SH Kota Sukabumi menginjak di angka 1.131, 7 kilogram. Namun jumlah tersebut menurun jika di bandingkan pada per tanggal 1 sampai 15 Mei 2020 lalu, yang hanya menginjak di angka 405,98 kilogram.
Kemudian untuk di RS Byangkara pada bulan Maret hanya 3,5 Kilogram sementara pada bulan April mengalami penin di angka 3,25 Kilogram.
“Limbah tersebut hasil penanganan medis covid-19 di dua Rumah Sakit yang berada di Kota Sukabumi. Jumlah nya terjadi penurunan, jika di banding bulan lalu,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan












