JURNALSUKABUMI.COM – Empat hari memasuki bulan puasa, pedagang takjil musiman sudah mulai terlihat menghiasi trotoar jalan di Kota Sukabumi. Di Jalan raya Selabintana misalnya, para pedagang hidangan untuk berbuka puasa itu mulai bermunculan menjelang sore hari, Senin (27/04/20).
Salah satu pedagang kelapa muda, Sarif mengatakan, momen puasa ini merupakan waktu yang sudah ditunggu-tunggu dirinya sebagai pedagang musimam dalam mencari nafkah. Tidak tanggung-tanggung ia sudah menyiapkan 1000 butir kelapa siap jual, sebagian ia jajakan di lapaknya hingga memenuhi trotoar.
“Ya, seperti bulan puasa sebelumnya saya jualan disini. Saya memilih jualan kelapa muda muda karena banyak yang mencarinya untuk hidangan berbuka puasa. Saya sudah siapkan 1000 butir, “ujar Sarif kepada jurnalsukabumi.com, Senin (27/04/20).
Sarif menjelaskan, Ia sudah menjalani usaha sebagai pedagang kelapa muda selama 10 tahun. Setiap butir kelapa yang dijual seharga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu tergantung ukuran. Namun, ia mengeluhkan jualannya saat ini tidak seramai tahun 2019 lalu.
“Harga tetap sama seperti Sebelumnya kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Namun saat ini pembeli masih sepi, gak tahu apakah karena korona atau apa, “jelasnya.
Meskipun sepi, Sarif tetap optimis bisa menghabiskan dagangannya selama bulan puasa ini. Selain itu ia tidak terlalu khawatir kelapanya membusuk karena ia piawai dalam memilih kelapa sehingga kelapa yang ia jual bisa bertahan 7 sampai 10 hari.
“Gak apa-apa sepi juga. Tahun lalu juga sempat sepi, tapi setelah 1 minggu kembali ramai dan hampir semua dagangan saya laku terjual, “imbuhnya.
Namun, ketika ditanya apakah pernah ditertibkan oleh petugas pemerintahan karena berjualan ditrotoar ia menjawab tidak pernah, setiap tahun ia tidak pernah mengalami masalah karena setelah selesai jualan ia selalu membersihkan lapaknya.
“Selain itu kan jualanya hanya sementara dan pada sore hari saja setelah selesai jualan lapaknya kita bersihkan lagi sehingga tidak menghalangi pejalan kaki yang lewat,”pungkasnya.
Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: Ujang Herlan












