4 Hari Puasa Pedagang Es Kelapa Mulai Menjamur di Trotoar Kota Sukabumi

Senin, 27 April 2020 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Empat hari memasuki bulan puasa, pedagang takjil musiman sudah mulai terlihat menghiasi trotoar jalan di Kota Sukabumi. Di Jalan raya Selabintana misalnya, para pedagang hidangan untuk berbuka puasa itu mulai bermunculan menjelang sore hari, Senin (27/04/20).

Salah satu pedagang kelapa muda, Sarif mengatakan, momen puasa ini merupakan waktu yang sudah ditunggu-tunggu dirinya sebagai pedagang musimam dalam mencari nafkah. Tidak tanggung-tanggung ia sudah menyiapkan 1000 butir kelapa siap jual, sebagian ia jajakan di lapaknya hingga memenuhi trotoar.

“Ya, seperti bulan puasa sebelumnya saya jualan disini. Saya memilih jualan kelapa muda muda karena banyak yang mencarinya untuk hidangan berbuka puasa. Saya sudah siapkan 1000 butir, “ujar Sarif kepada jurnalsukabumi.com, Senin (27/04/20).

Sarif menjelaskan, Ia sudah menjalani usaha sebagai pedagang kelapa muda selama 10 tahun. Setiap butir kelapa yang dijual seharga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu tergantung ukuran. Namun, ia mengeluhkan jualannya saat ini tidak seramai tahun 2019 lalu.

“Harga tetap sama seperti Sebelumnya kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Namun saat ini pembeli masih sepi, gak tahu apakah karena korona atau apa, “jelasnya.

Meskipun sepi, Sarif tetap optimis bisa menghabiskan dagangannya selama bulan puasa ini. Selain itu ia tidak terlalu khawatir kelapanya membusuk karena ia piawai dalam memilih kelapa sehingga kelapa yang ia jual bisa bertahan 7 sampai 10 hari.

“Gak apa-apa sepi juga. Tahun lalu juga sempat sepi, tapi setelah 1 minggu kembali ramai dan hampir semua dagangan saya laku terjual, “imbuhnya.

Namun, ketika ditanya apakah pernah ditertibkan oleh petugas pemerintahan karena berjualan ditrotoar ia menjawab tidak pernah, setiap tahun ia tidak pernah mengalami masalah karena setelah selesai jualan ia selalu membersihkan lapaknya.

“Selain itu kan jualanya hanya sementara dan pada sore hari saja setelah selesai jualan lapaknya kita bersihkan lagi sehingga tidak menghalangi pejalan kaki yang lewat,”pungkasnya.

Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru