JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal adanya cairan disinfektan yang digunakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih “Misterius” untuk penyemprotan di sejumlah titik. Nampaknya terus menyeruak dan banyak pertanyaan, mulai dari jenis cairan hingga anggaran untuk covid-19 di Sukabumi, seperti halnya dari aktivis Forum Masyarakat Peduli Sukabumi Ronal. S Pamanah menilai, pihak gugus tugas covid-19 atau Pemkab Sukabumi harus terbuka dan menjelaskan kepada warga.
“Masyarakat punya hak untuk mengetahui zat yang di jadikan disinfektan, bahkan anggarannya pun harus jelas tranparan,” tegas Ronal, kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Ronal, selain masyarakat, tentunya petugas berkewajiban untuk menjelaskan sumber dan bahan-bahan disinfektan tersebut.
“Lah ini, petugas saja tidak tahu bahan dan zat disinfektan yang digunakan, apakah bisa merusak atau korosit atau tidak, bagaimana dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia mengharap Pemkab Sukabumi, harus transparan dan jelas, jangan sampai saat covid-19 menjadi momok dan mengkhawatirkan warga. Upaya Pemkab membrangus covid-19 malah menjadi kontroversi.
“Jangan sampai wabah ini, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.
Pihak berwenang yang ahli dalam kadar dan zat disinfektan harus bisa menjelaskan, yakni ahli dari bidangnya seperti dokter, atau ahli zat lainnya.
“Ahli dalam disinfektan harus memaparkan kandungan dan zat-zat lainnya. Apalagi ada ramai bahwa disinfektan tidak bagus disemprot ke badan jika terus menerus,” pungkasnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi












