Kreatif! Jalani Work from Home di Tengah Pandemi Corona, Tukang Ojek di Cicurug Kembangkan Bakatnya, Apa Itu?

Jumat, 3 April 2020 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Imbauan Pemerintah untuk menghindari kerumunan, berdiam diri di rumah, dan melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik di masa pandemi virus Corona tampaknya benar-benar dilakukan Nandi (39). 

Betapa tidak, sejak awal Maret lalu, lelaki yang sehari-hari sebagai tukang ojek di Pasar Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini memilih work from home (WFH) atau bekerja/beraktivitas di rumah.

Diketahui, Nandi selama ini tinggal bersama istri dan seorang anak angkatnya di sebuah kontrakan di Kampung Nyangkowek RT 04/02, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug. Tentu saja, Nandi merupakan satu dari sekian banyak orang yang turut pula merasakan pendapatannya terguncang akibat serangan global Covid-19.

Aktivitas Nandi selama WFH membuat miniatur mobil. Foto: herwanto/jurnalsukabumi.com

Akan tetapi, meski menjalani WFH tak lantas berpasrah diri untuk mencari rezeki bagi keluarganya. Malah baginya, WFH menjadi berkah tersendiri. Bakat yang seolah terpendam mampu dipertajamnya. Yakni membuat miniatur mobil berbagai jenis dan ukuran berbahan kayu.

“Selama dua pekan tinggal di rumah, dari pada nggak ada aktivitas, saya bikin mobil-mobilan. Lumayan lah buat nambah-nambah makan,” selorohnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (02/04/20).

Dari hasil penjualan miniatur mobil, seperti bus, truk, angkutan umum dan lainnya, dia menjualnya dengan harga bervareatif. Mulai Rp30 ribu per unitnya, tergantung ukuran dan jenis miniatur mobil.

Rangka miniatur bus yang dibuat Nandi. Foto: herwanto/jurnalsukabumi.com

“Kalau keseharian saya sih ngojek di pasar, berhubung sekarang ngojek sepi ya mau gimana lagi. Kalau keluar rumah juga sekarang jadi takut, mending cari aman saja. Semoga wabah ini bisa secepatnya membaik,” ungkapnya.

Miniatur mobil ala Nandi ini berbahan kayu. Mulai dari kayu sisa furniture, cat dan triplek. “Paling pakai lem dan paku, itu saja. Kalau harga, sebetulnya tergantung tingkat kerumitannya, kaya bus itu agak rumit dan butuh waktu,” tandasnya. 

Reporter: Herwanto

Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Hercules: DPC GRIB JAYA Kabupaten Sukabumi Raih Predikat DPC Terbaik Nasional
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Kawal Visi Baru Ketum DPN, DPC PERADI SAI Sukabumi Raya Hadiri Rakernas I di Jakarta
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:45 WIB

Hercules: DPC GRIB JAYA Kabupaten Sukabumi Raih Predikat DPC Terbaik Nasional

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB