KTNA Sesalkan Pengurangan Subsidi Pupuk Bagi Petani Indonesia

Sabtu, 8 Februari 2020 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rencana pemerintah mengurangi subsidi pupuk tahun 2020, mendapatkan kecamana dan keluhan dari Ketua Pimpinan Pusat Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno, rencana tersebut membuat resah para petani. Hal ini tersebut disampaikan dalam pertemuan di kediaman Ketua Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Maman Suparman, di Jl. Arif Rahman Hakim Kota Sukabumi, Rabu (05/02/20).

Winarno menambahkan, bahwa pada tahun 2020 ini jumlah pupuk yang bersubsidi untuk Pupuk Urea jumlahnya berkurang sekitar 45 % dari tahun 2019, sedangkan untuk pupuk yang lainnya berkurang sekitar 50 %.

“Dari pada mengurangi jumlah pupuk lebih baik menaikan harganya sedikit, karena banyak petani yang membutuhkan,” ungkap Winarno.

Sementara itu, Ketua Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Maman Suparman mengatakan, rencana pegurangan subsidi oleh pemerintah jangan gegabah, karena sesuai dengan keinginan pemerintah agar petani menggunakan sistem pemupukan yang berimbang, dan secara perlahan mengurangi ketergantungan petani dari pupuk kimia.

“Penggunaan pupuk organik sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk tiap musimnya dan masih dibantu dengan penggunaan pupuk kimia. Untuk periode tanam selanjutnya penggunaan pupuk organik ditambah, sementara penggunaan pupuk kimia dikurangi, sampai akhirnya secara total menggunakan pupuk organik,” ujar Maman.

Maman mengulas, tentang pendistribusian pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan aturannya, semisal harga jual di pasaran yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Pada beberapa kasus ditemukan pendistribusian pupuk yang tidak tepat waktu, sementara petani sudah melakukan penanaman, dilain pihak ketersediaan pupuk bersubsidi di distributor belum tersedia.

“Selain itu juga ditemukan kasus pendistribusian pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan sasarannya,” ujarnya.

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:29 WIB

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB