Alhamdulillah! Gorengan Kakak Beradik Yatim Piatu di Cibadak Diborong Rp2 Juta, Siapa Pembelinya?

Jumat, 17 Januari 2020 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Komunitas SKP, Kristiawan Saputra memborong gorengan kakak beradik yatim piatu di Cibadak. Foto: irfan/jurnalsukabumi.com

i

Pendiri Komunitas SKP, Kristiawan Saputra memborong gorengan kakak beradik yatim piatu di Cibadak. Foto: irfan/jurnalsukabumi.com

JURNALSUKABUMI.COM – Isak tangis bahagia terpancar dari wajah kakak beradik yang sudah yatim piatu, Lastri Sri rahayu (15) dan Siti Nurohmah (10) di Kampung Kamandoran RT 02/10, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/1/2020).

BACA JUGA: Bertahan Hidup di Usia Belia, Kakak Beradik Yatim Piatu di Cibadak Keliling Jual Gorengan

BACA JUGA: Simpati dan Empati untuk Kakak Beradik Yatim Piatu Penjual Gorengan Keliling di Cibadak

Kebahagiaan mereka setelah satu keranjang gorengan yang biasa dijual keliling kampung diborong oleh Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli (SKP). Dalam keranjang itu terdapat sekitar 60 gorengan, seperti pisang, bala-bala, gehu, karoket, dan lainnya.

Gorengan Lastri dan Siti, kakak beradik yatim piatu habis diborong. Foto: irfan/jurnalsukabumi.com

Biasanya, mereka menjual gorengan per tiga bijinya Rp2000. Jadi pendapatan mereka, kalau terjual semua memperoleh berkisar Rp40 ribu. Upah yang mereka terima sekitar Rp10 ribu- Rp15.000. Tapi rata-ratanya per hari mereka memperoleh upah jualan Rp5 ribu.

“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Pak,” ucap Lastri begitu mendengar gorengannya akan dibeli Rp2 juta yang disampaikan langsung oleh Pendiri Komunitas SKP, Kristiawan Saputra, Jumat (17/1/2020) siang.

Menurut Kristiawan, pemberian uang Rp2 juta itu bagian dari program SKP yakni bayar lunas. “Alhamdulillah, semua gorengannya hari ini melalui program bayar lunas dari Komunitas SKP, kita borong gorengannya,” ujarnya.

Kondisi rumah yang dihuni Lastri dan Siti. Foto: irfan/jurnalsukabumi.com

Pengamatan jurnalsukabumi.com di lokasi, uang sebesar Rp2 juta itu masing-masing diterima oleh Lastri Rp1 juta dan Siti Rp1 juta. Mereka berdua terlihat tak mampu mengucapkan kata-kata saat ditanya media. Hanya terlihat, keduanya sekali-kali mengusap pipi yang dibasahi air matanya.

Reporter: Irfan

Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru