Bertahan Hidup di Usia Belia, Kakak Beradik Yatim Piatu di Cibadak Keliling Jual Gorengan

Kamis, 16 Januari 2020 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Perjuangan hidup kakak beradik anak yatim-piatu, Lastri Sri rahayu (15) dan Siti Nurohmah (10) sungguh berat. Di usia masih belia, demi bertahan hidup, saban hari sepulang sekolah mereka harus berkeliling berjualan gorengan.

Saat ini Lastri masih mengenyam pendidikan di bangku kelas IX SMP, sementara Siti masih duduk di kelas V SD. Setelah ditinggal kedua orangtuanya mereka tinggal di rumah kakaknya, Sandi Cahya (40) di Kampung Kamandoran RT 02/10, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Kondisi rumah kakaknya itupun jauh dari mewah. Rumah berukuran sekitar 5 x 4 meterpersegi itu hanya berdindingkan bilik bambu. Itupun beberapa bagian kayu maupun biliknya sudah lapuk. Lantainya hanya tembok yang sudah banyak mengelupas.

Di “istana” itu, selama ini dihuni oleh enam orang. Yakni Lastri, Siti, dan Sandi beserta istri dan dua anaknya. Rumahnya memang berada di permukiman padat penduduk. Namun, keadaan rumahnya dibanding dengan yang lain terlihat paling memprihatinkan.

Lastri dan Siti bersama kakaknya Sandi. Foto: Irfan/jurnalsukabumi.com

“Ibu sudah meninggal tiga tahun lalu karena kanker otak. Sementara Bapak meninggal pas akhir tahun kemarin saat menguras sumur terkena gas beracun,” seloroh Lastri dengan mata berkaca-kaca kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (16/1/2020).

Untuk menghidupi kebutuhannya, selepas ditinggal kedua orangtuanya mereka berkeliling kampung jualan gorengan buatan kakak iparnya. Per hari, rata-rata mereka mendapatkan upah Rp5000.

Uang hasil jerih payahnya itu dipakainya untuk keperluan sekolah dan lainnya. Kalau bersisa, mereka tabungkan.

“Uang tabungannya itu untuk nanti beli baju Lebaran,” aku Lastri diamini oleh Siti.

Getirnya perjungan hidup terpaksa mereka lakoni. Mereka sadar, tak bisa sepenuhnya menggantungkan hidup terhadap kakaknya.

Lastri dan Siti memperlihatkan potret kedua orangtuanya. Foto: irfan/jurnalsukabumi.com

Sehari-hari, kakaknya Sandi hanya mengandalkan sebagai buruh serabutan. Sehingga pendapatannya pun tidak menentu. Sementara, dua kakak lainnya kini sudah menikah dan tidak tinggal bersama. Nasib kehidupan kakak-kakanya pun tak jauh dari kata cukup, masih serba kekurangan.

“Sehari-hari untuk biaya sekolah dan makan dari kakak dan itu pun terkadang tidak mencukupi. Makanya kami untuk bantu nambah-nambah beli makan dan menabung kami berdua berjualan gorengan keliling kampung,” ungkap Lastri yang lagi-lagi sambil terisak.

Dengan kondisinya yang kini serba kekurangan, Lastri berharap adanya uluran tangan dari dermawan. Lastri yang bercita-cita menjadi guru dan Siti menjadi dokter ini sampai sekarang belum tersentuh program dari pemerintah.

“Ingin rumahnya dibenerin kaya rumah teman-teman. Ya Allah semoga saja ada dermawan yang mau melihat dan membantu kami,” kata Lastri penuh harap.

Sementara, Sandi Cahya mengaku sangat iba saat melihat kedua adiknya setiap hari harus berkeliling kampung jualan gorengan. Hatinya menangis, ingin membahagiakan kedua adiknya itu.

“Bukannya tidak sedih, saya hanya buruh serabutan. Hasilnya kadang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga dan kedua adiknya,” keluhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan adiknya saja, kata Sandi, dia sudah sangat bersyukur. “Serabutan, ya kalau tidak dapat uang hari ini, harus sabar nunggu esoknya,” ujarnya.

Reporter: Irfan

Redaktur: Yoga

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Pesan SMSI Jabar, Hardiansyah: Optimalisasi Media Sosial Kunci Solusi Pendapatan Perusahaan Media! ‎ 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:57 WIB

Pesan SMSI Jabar, Hardiansyah: Optimalisasi Media Sosial Kunci Solusi Pendapatan Perusahaan Media! ‎ 

Berita Terbaru