Kades Babakanpari Bersama Aqua Sumbang 500 Masker ke Pihak Kecamatan Cidahu

Senin, 15 Juni 2020 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proposional secara parsial hanya berlaku penuh di Kecamatan Cidahu, dan lima desa/kelurahan yang masih memiliki laju pertumbuhan kasus Covid-19.

Sebagai bentuk kepedulian Pabrik Aqua dan Kepala Desa (Kades) Babakanpari, sebagai salah satu desa dan perusahaan yang berada di kawasan tersebut ikut peduli dengan menyumbang 500 masker kepada pihak kecamatan tersebut.

Koordinator Corporate Social Responsibility (CSR) Aqua Golden Mississippi (AGM) Babakanpari Dodi Rusdiansyah mengatakan bahwa, bantuan masker ini merupakan lanjutan bentuk kepedulian perusahaan dalam rangka membantu Pemerintah meminimalkan penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Cidahu.

“Tidak hanya saat ini, sebelumnya kami juga sudah membantu alat semprot, 1000 lebih masker dan cairan disinfektan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Senin (15/06/20).

Hal senada diungkapkan, Kepala Desa Babakanpari Iwan Gunawan, menurutnya pihaknya pun ikut peduli dengan menyalurkan kembali pemberian masker ini.  Desa Tangkil.

“Tadinya masker tersebut akan diserahkan ke tiga desa termasuk desa kami. Berhubung, di desa Babakanpari masih ada stok, maka masker ini pun diserahkan kembali ke Desa Pasirdoton dan Tangkil yang sama-sama tengah melakukan PSBB proporsional,” ulasnya.

Ditempat terpisah, Camat Cidahu Erry Erstanto mengatakan, sangat mengapresiasi kepedulian yang selama ini terus dilakukan semua pihak, khususnya Aqua.

Karena, menurutnya PSBB proporsional ini sedang dilakukan di tiga desa diantaranya Desa Pasirdoton, Desa Tangkil dan Desa Babakanpari dengan tujuan agar masyarakat lebih tertib aturan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas.

“Di setiap desa yang melakukan PSBB, kita akan terapkan check point, dan untuk desa lainnya harus tetap waspada,” tutupnya.

Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru