JURNALSUKABUMI.COM – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Al-Masthuriyah Sukabumi di Jurnal Sukabumi.com resmi berakhir setelah berlangsung selama dua pekan, mulai 24 Agustus hingga 5 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di kantor media siber terbesar ketiga di Sukabumi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dan mengenal dunia jurnalistik.
Kegiatan PPL dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan proses jurnalistik secara langsung.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Sulaeman Nur, M.Pd., mengatakan bahwa PPL merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjadi sarana untuk membentuk mahasiswa agar memiliki kemampuan jurnalistik yang baik.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan dapat menjadi jurnalis yang ulung dan elegan dengan tetap berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Tujuan utama PPL adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta membentuk mahasiswa menjadi jurnalis yang ulung dan elegan dengan tetap beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Selama menjalani PPL, mahasiswa mendapatkan berbagai materi mengenai jurnalistik. Salah satu kegiatan yang menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa adalah praktik membuat berita. Melalui tugas tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu jurnalistik yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam situasi nyata.
Pemimpin Redaksi Jurnal Sukabumi, Ujang Herlan mengatakan kegiatan PPL tersebut bukan kali pertama dilaksanakan. Program tersebut telah memasuki angkatan ke-6 dan menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia jurnalistik.
“Terima kasih dan bangga kami haturkan kepada Institut Al-Masthuriyah Sukabumi yang kembali memilih kami sebagai sarana pembelajar mahasiswa. Tahun ini merupakan angkatan ke-6 dan tentu hal ini sebagai bentuk implementasi nyata dari sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia jurnalis,” ucapnya.

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya ini menjelaskan bahwa mahasiswa diberikan pembekalan jurnalistik agar mampu memahami dasar-dasar jurnalis dalam waktu yang relatif singkat.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik semakin penting di tengah era disrupsi informasi, ketika media memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Selain kemampuan menulis berita, mahasiswa juga diarahkan untuk mampu membedakan informasi faktual dengan berita bohong atau hoaks. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat menjadi jurnalis yang profesional dan menggunakan kemampuan jurnalistiknya untuk kepentingan masyarakat,” tutup Ujang Herlan.
Melalui berakhirnya kegiatan PPL ini, mahasiswa KPI Institut Al-Masthuriyah tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai jurnalistik, tetapi juga pengalaman langsung dalam menghadapi dunia kerja media.
“Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, penulisan, serta membangun sikap profesional sebagai calon jurnalis,” pesan Ujang Herlan.
Sementara itu, Siti Aisyah, salah satu mahasiswa peserta PPL, mengungkapkan bahwa salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan adalah ketika mendapatkan tugas membuat berita.
“Ya tugas tersebut memberikan kesempatan kepada kami para mahasiswa untuk mencoba secara langsung proses kerja jurnalistik sekaligus menguji pemahaman yang telah diperoleh selama pembelajaran,” singkatnya.
Berakhirnya PPL juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan jurnalistik yang telah diperoleh. Dengan berbekal ilmu, pengalaman, dan nilai keimanan, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menyampaikan informasi yang faktual, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: PPL 2026 | Redaktur: Ujang Herlan











