JURNALSUKABUMI.COM – Institut Al-Masthuriyah menggelar kegiatan Ta’aruf mahasiswa baru sebagai bagian dari pengenalan lingkungan, nilai, serta tradisi kampus kepada mahasiswa yang akan memulai kehidupan perkuliahan. Kegiatan tersebut dibuka pada Jumat, 4 September 2026, pukul 09.00 WIB, dan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 6 September 2026.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 106 mahasiswa baru tercatat mengikuti kegiatan Ta’aruf. Pada hari pertama, sebanyak 99 mahasiswa hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan. Sementara itu, mahasiswa yang belum dapat mengikuti kegiatan Ta’aruf tahun ini diberikan kesempatan untuk mengikuti kuliah Ta’aruf pada tahun berikutnya.
Konsep Ta’aruf tahun ini mengacu pada ajaran dan tradisi Institut Al-Masthuriyah yang telah ditetapkan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah. Nilai-nilai yang diberikan juga berlandaskan tradisi Nahdlatul Ulama (NU), yang mencakup tradisi keilmuan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kebudayaan.
Ketua penyelenggara kegiatan Ta’aruf, Baehaki, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga diarahkan untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai peran mereka di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan agen sosial. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memiliki pemikiran yang lebih luas dan mendalam dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Makanya konsepnya itu adalah mengembangkan pemahaman pemikiran mahasiswa lebih mendalam lagi,” jelas Baehaki, Minggu (6/9/2026).
Pada hari pertama, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai sejarah Al-Masthuriyah yang menjadi salah satu tema utama kegiatan. Materi tersebut mencakup inokulasi ajaran dan tradisi, upaya membangun peradaban di lingkungan kampus, serta pergerakan umat.
Rangkaian materi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengenalan nilai dan tradisi yang menjadi dasar kehidupan mahasiswa di Institut Al-Masthuriyah. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.
Antusiasme juga terlihat dari mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan. Regina Sapitri, salah satu mahasiswa baru, mengungkapkan kesannya terhadap pelaksanaan Ta’aruf.
“Luar biasa banget, dari awal sampai akhir juga seru, tidak membosankan, tadi juga diisi dengan materi,” ungkap Regina.
Kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Baru Institut Al-Masthuriyah diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam mengenal sejarah, ajaran, dan tradisi kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter agar mahasiswa mampu menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat serta menjadi generasi yang berkontribusi dalam perubahan sosial dan pembangunan peradaban.
Reporter: PPL 2026 | Redaktur: Ujang Herlan











