Sukabumi Mulai Waspada Abu Vulkanik, Kepala Sekolah Bisa Alihkan Pembelajaran ke Daring

Minggu, 6 September 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian serius di Jawa Barat. Kabupaten Sukabumi termasuk wilayah yang diminta mewaspadai peningkatan intensitas debu, terutama jika kondisi di lapangan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepala sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi udara akibat abu vulkanik dinilai membahayakan peserta didik.

 

Untuk wilayah dengan intensitas sebaran abu yang tinggi, termasuk Bogor dan Sukabumi, kepala sekolah diberikan kewenangan mengambil keputusan untuk menerapkan pembelajaran secara daring dari rumah mulai Senin (7/9/2026).

 

“Sehubungan dengan meningkatnya sebaran abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau, untuk wilayah yang intensitas debunya tinggi seperti Bogor dan Sukabumi serta daerah lain yang memang ada intensitas sebaran abu vulkanik tinggi, para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026 bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring di rumah masing-masing,” ujar Dedi Mulyadi, Minggu (6/9/2026).

 

Keputusan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh sekolah di Sukabumi diliburkan. Kepala sekolah diminta melihat kondisi nyata di lingkungan sekolah sebelum menentukan pola pembelajaran.

 

“Sekali lagi kepada kepala sekolah bisa mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan kondisi lapangan agar sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring di rumahnya masing-masing,” katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sukabumi untuk sementara masih berjalan seperti biasa.

 

Namun, siswa diminta menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

 

“Belajar seperti biasa, tapi memakai masker. Besok dirilis suratnya. Kalau membahayakan akan BDR atau daring,” kata Herdiawan.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Cetak Jurnalis Muda, PKBM Ummi Kulsum Kota Sukabumi Bekali Siswa Ilmu Jurnalistik
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Cetak Jurnalis Muda, PKBM Ummi Kulsum Kota Sukabumi Bekali Siswa Ilmu Jurnalistik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Berita Terbaru