JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 5.570 aspirasi anak dari berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi bahan pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Tahun 2026. Ribuan suara tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat masuk ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Musrenbang Anak yang digelar di Aula DP3A Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/7/2026), menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan berbagai gagasan, kritik, hingga harapan terkait pendidikan, kesehatan, lingkungan, perlindungan anak, dan isu lainnya yang mereka hadapi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengatakan Musrenbang Anak merupakan forum penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah.
“Musrenbang ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua elemen bahwa anak harus diberi tempat dan perhatian yang layak. Momentum ini juga menjadi penguat komitmen bersama bahwa setiap anak adalah suara masa depan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya saat didampingi Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah.
Ade juga mendorong peserta Forum Anak Daerah (FAD) agar tidak ragu menyampaikan ide maupun kritik. Menurutnya, partisipasi anak diperlukan agar kebijakan pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sementara itu, Ketua I Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi, Syarief Dewangga, menegaskan Musrenbang Anak bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah agar suara anak menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan.
“Musrenbang Anak ini adalah bentuk nyata bahwa suara anak layak didengar, dipertimbangkan, dan menjadi bagian dalam proses pembangunan. Tema yang kita usung adalah ‘Partisipasi Bermakna untuk Mewujudkan Kabupaten Sukabumi Layak Anak’,” katanya.
Syarief mengungkapkan, Forum Anak Daerah telah menghimpun sedikitnya 5.570 suara anak dari berbagai pelosok Kabupaten Sukabumi.
“Seluruh aspirasi tersebut telah dikurasi menjadi sejumlah isu prioritas yang dinilai mendesak untuk mendapat perhatian pemerintah daerah,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











