JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mempercepat persiapan operasional Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Baru RSUD Palabuhanratu sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar UOBK RSUD Palabuhanratu. Fokus utama pertemuan adalah memastikan seluruh kebutuhan teknis, infrastruktur, dan dukungan antarinstansi telah siap sebelum gedung mulai beroperasi.
Direktur Utama RSUD Palabuhanratu, dr. Ruli Suyono Saputra, mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memberikan dukungan terhadap percepatan operasional gedung baru tersebut.
“Alhamdulillah rapat berjalan lancar. Kami mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Masing-masing sudah memiliki tugas dan tanggung jawab, terutama untuk pekerjaan di bagian eksternal gedung,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, RSUD Palabuhanratu saat ini berfokus menyelesaikan pekerjaan di dalam gedung, sementara sejumlah OPD menangani penataan kawasan luar, seperti penerangan jalan umum, pembersihan pohon, penertiban area, hingga penataan lingkungan sekitar rumah sakit.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses aktivasi gedung sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas layanan darurat yang lebih representatif.
“Semua mendukung penuh pengaktifan gedung IGD baru ini karena tujuan utamanya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
RSUD Palabuhanratu menargetkan perpindahan pelayanan dari gedung IGD lama ke gedung baru dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peresmian Gedung IGD Baru akan dilaksanakan pada 10 September 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
“Insyaallah kalau semua berjalan lancar, peresmian dilaksanakan pada 10 September. Kami berusaha semaksimal mungkin agar seluruh pekerjaan selesai sebelum tanggal tersebut,” ungkap dr. Ruli.
Sementara itu, PIC Pembangunan Gedung IGD RSUD Palabuhanratu, dr. Rizky Tanjil, menjelaskan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
Sejumlah pekerjaan seperti pembersihan area dalam dan luar gedung, pengecatan, instalasi listrik, serta jaringan air telah diselesaikan. Namun masih ada satu pekerjaan utama yang harus dirampungkan, yakni pembangunan instalasi gas medis baru.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan tekanan gas dari instalasi lama belum mampu memenuhi kebutuhan gedung baru sehingga diperlukan pembangunan jalur gas medis yang baru agar pelayanan dapat berjalan optimal sejak hari pertama operasional.
Setelah pekerjaan tersebut selesai, rumah sakit akan melanjutkan proses pemindahan alat kesehatan, perlengkapan medis, serta mebel secara bertahap agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan tanpa gangguan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh bidang agar seluruh pekerjaan bisa segera rampung. Target kami pelayanan di gedung IGD baru sudah dapat berjalan pada akhir Agustus 2026,” kata dr. Rizky.
Diketahui, Gedung IGD baru dirancang memiliki 28 tempat tidur yang dilengkapi sistem headboard dengan jaringan gas medis sentral. Kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan menjadi 32 tempat tidur apabila kebutuhan pelayanan terus bertambah.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











