JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap program Penanaman Jagung Serentak seluas 750 hektare di kawasan Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan yang digelar Polda Jawa Barat tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketersediaan komoditas strategis di Kabupaten Sukabumi.
Program penanaman jagung serentak dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan sektor pertanian.
Kegiatan itu juga dihadiri Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Dandim 0622 Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bulog Divre Regional III Sukabumi, Administratur KPH Sukabumi Tofik Hidayat, Camat Palabuhanratu, hingga unsur TNI, Polri, Perhutani, dan kelompok tani.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Penanaman jagung serentak ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang ada. Hasilnya nanti akan diserap oleh Bulog, sehingga ada kepastian pasar,” ujarnya.
Bagi DKP Kabupaten Sukabumi, kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produksi. Dengan adanya penyerapan hasil panen oleh Bulog, petani diharapkan memperoleh jaminan pemasaran yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka.
Sementara itu, Administratur KPH Sukabumi Tofik Hidayat menyatakan Perhutani siap mendukung penyediaan lahan yang sesuai serta bersinergi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami dari KPH Sukabumi siap bersinergi dalam hal penyediaan lahan yang sesuai, serta pendampingan teknis jika diperlukan. Program ini sejalan dengan upaya kami dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,” katanya.
Diketahui, Lokasi penanaman di kawasan Cikeong dipilih karena memiliki potensi yang dinilai sesuai untuk budidaya jagung. Sebanyak 750 hektare lahan akan dikelola dengan melibatkan ratusan petani dari kelompok tani setempat.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











