JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pria yang diduga hendak melakukan pencurian di sebuah vila kosong di Kampung Pangadegan RT 16/07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (31/5/2026) sore, nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah kepergok merusak pintu bangunan.
Pelaku diduga masuk ke area vila milik warga Tomang, Jakarta Barat itu dengan cara melompati pagar sebelum merusak tralis pintu. Namun aksinya gagal setelah gerak-geriknya lebih dulu dicurigai warga sekitar yang tidak mengenalnya.
Warga kemudian meneriaki pelaku dan berhasil menangkapnya sebelum sempat masuk ke dalam bangunan maupun membawa barang berharga dari dalam vila.
Situasi sempat memanas saat sejumlah warga meluapkan emosi kepada terduga pelaku. Beruntung, tiga anggota Satlantas Polres Sukabumi yang berada tidak jauh dari lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa pria tersebut ke Polsek Parungkuda guna menghindari aksi main hakim sendiri.
Penjaga vila, Iis (58), mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu setelah mendapat telepon dari warga yang mengabarkan adanya maling yang telah tertangkap.
“Saya dikasih tahu, ditelepon, bahwa di sini ada maling. Pas saya lihat, malingnya sudah dikerubutin dan dipukulin sama warga. Ternyata pintu di sini sudah dirusak, tapi alhamdulillah barang-barang masih utuh,” ujarnya.
Menurut Iis, warga mulai curiga setelah melihat pelaku melompati pagar dan masuk ke area vila. Selain tidak dikenal oleh warga sekitar, keberadaannya juga dianggap mencurigakan karena vila tersebut sedang tidak ditempati pemiliknya.
“Kata warga, dia loncat lewat pagar. Warga curiga karena tidak kenal orang itu. Mungkin maling atau bagaimana, akhirnya diteriaki dan alhamdulillah bisa ditangkap,” katanya.
Iis menuturkan, warga menduga pelaku tidak beraksi seorang diri. Namun hingga saat ini baru satu orang yang berhasil diamankan.
“Kayanya ada yang mengintai juga di luar, cuma warga enggak tahu. Yang penting orang yang masuk ke sini alhamdulillah ketangkap,” ujarnya.
Vila yang menjadi sasaran dugaan pencurian tersebut diketahui milik warga Tomang, Jakarta Barat. Bangunan itu tidak dihuni setiap hari dan hanya sesekali digunakan saat libur atau hari besar keagamaan.
Tidak ada barang yang hilang dalam kejadian tersebut karena aksi pelaku lebih dulu diketahui warga. Saat ini kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat.
Redaktur: Ujang Herlan












