JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah ketidakpastian anggaran menjelang Porprov XV Jawa Barat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi tetap berkomitmen melanjutkan persiapan dan berupaya maksimal agar para atlet tetap dapat bertanding demi mengharumkan nama daerah.
Ketua KONI Kota Sukabumi, Yosep, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah-langkah strategis, termasuk memenuhi agenda audiensi dengan Komisi III DPRD Kota Sukabumi serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Audiensi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan pembinaan atlet dan kesiapan kontingen Kota Sukabumi menghadapi Porprov XV Jawa Barat.
“Ya, tentunya kami ingin memastikan bahwa para atlet tidak menjadi korban dari ketidakpastian anggaran,” ujar Yosep kepada Jurnalsukabumi.com, Jumat (15/5).
Ia menjelaskan, kebutuhan pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga keberangkatan kontingen memerlukan dukungan anggaran yang jelas dan terukur.
“Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar Kota Sukabumi tidak abstain di Porprov tahun ini. Bagaimanapun caranya, para atlet harus tetap berangkat untuk mengharumkan nama baik daerah,” jelasnya.
Menurut Yosep, persoalan anggaran menjadi perhatian serius dalam pertemuan bersama DPRD dan Disporapar. Karena itu, pihaknya mendorong adanya solusi konkret agar prestasi olahraga daerah tidak terganggu.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa KONI sedang berjuang penuh. Atlet-atlet kita sudah bekerja keras, dan sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka dapat tampil maksimal di kejuaraan olahraga tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, legislatif, maupun stakeholder olahraga lainnya dapat bersinergi menjadikan Porprov tahun ini sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga Kota Sukabumi.
“Ya, kami berharap semua pihak dapat bersinergi untuk mendukung penuh para atlet tampil di Porprov nanti,” ucapnya.
Yosep menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan berbagai opsi strategis, termasuk rencana alternatif apabila dukungan anggaran mengalami kendala.
“Tentunya KONI harus realistis dengan kondisi yang ada. Kalau anggaran tidak memadai, tentu harus ada skala prioritas agar atlet tetap bisa diberangkatkan,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taufiq | Redaktur: Ujang Herlan












