Pengeroyokan Berujung Maut di Sukaraja, Polisi Dalami Motif Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus pengeroyokan yang berujung maut terjadi di kawasan Pool Bus MGI, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Sukaraja, AKP Hendra Gunawan, mengatakan korban berinisial RZ (30) meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RS Hermina. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Saat ini, jenazah korban masih menunggu proses autopsi di RSUD R. Syamsuddin S.H. untuk memastikan penyebab pasti kematian,” ujar Hendra kepada awak media, Sabtu (2/5).

Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota dan menerjunkan Tim Jatanras guna mengusut kasus tersebut. Hingga kini, aparat masih mendalami motif di balik aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Penyelidikan masih berlangsung, termasuk menggali keterangan dari para saksi di lokasi kejadian,” jelasnya.

Sejumlah saksi telah diperiksa, khususnya mereka yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) saat insiden berlangsung. Lokasi pengeroyokan diketahui berada di area yang cukup ramai aktivitas warga.

Menurut Hendra, korban sehari-hari bekerja serabutan dan secara rutin seminggu sekali bertugas sebagai petugas kebersihan lingkungan. Di lokasi kejadian juga ditemukan kendaraan yang biasa digunakan korban untuk mengangkut sampah.

“Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya luka tusukan di bagian punggung serta bekas benturan benda tumpul di beberapa bagian tubuh,” ungkapnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, termasuk pisau jenis karter dan cutter. Selain itu, petugas masih mengumpulkan bukti tambahan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Terkait pelaku, hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman. Pemeriksaan intensif terhadap saksi diharapkan dapat mengarah pada identifikasi dan penangkapan pelaku,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, sehari sebelum kejadian sempat terjadi keributan di lokasi yang sama. Polisi kini tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut.

“Intinya, kami dari kepolisian masih mendalami kasus ini agar dapat segera terungkap secara terang benderang,” pungkasnya.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB