Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun

Rabu, 22 April 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan ruas Jalan Gudang di Kota Sukabumi menuai keluhan dari para pelaku usaha setempat. Proyek perbaikan jalan yang berlangsung tidak menentu, baik siang maupun malam hari, dinilai berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (22/4), proses perbaikan jalan masih terus berjalan. Namun, di balik pengerjaan tersebut, sejumlah toko di sepanjang ruas jalan mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan.

Salah seorang karyawan toko yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, omzet tempat usahanya menurun drastis hingga 50 persen sejak proyek dimulai. Ia menyebut kondisi jalan yang tengah diperbaiki membuat banyak pelanggan mengira toko tutup.

“Imbasnya omzet turun sampai 50 persen. Banyak orang mengira toko kami tutup, jadi mereka pindah ke toko lain. Sekarang pembeli jadi sepi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di toko tempatnya bekerja terdapat sekitar 10 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas penjualan harian. Penurunan omzet tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan para pekerja.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya informasi terkait akses menuju toko-toko yang terdampak proyek. Menurutnya, belum ada petunjuk yang memadai untuk memberi tahu pelanggan bahwa toko tetap beroperasi.

“Harapannya ada solusi, misalnya diberi petunjuk bahwa toko masih buka, diarahkan parkir di mana, atau dipasang plang supaya pelanggan tahu,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, proyek perbaikan Jalan Gudang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 150 hari. Selama periode tersebut, pelaku usaha di sepanjang kawasan itu diperkirakan akan terus terdampak.

Sebelum proyek dimulai, berbagai jenis usaha seperti toko bangunan, butik, hingga warung makan masih beroperasi normal. Namun kini, sebagian mengalami penurunan aktivitas, bahkan ada yang terpaksa menutup usahanya sementara.

Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan, serta menghadirkan solusi konkret agar keberlangsungan usaha dan pendapatan karyawan tetap terjaga.

Reporter: Rizki Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:29 WIB

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB