JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan ruas Jalan Gudang di Kota Sukabumi menuai keluhan dari para pelaku usaha setempat. Proyek perbaikan jalan yang berlangsung tidak menentu, baik siang maupun malam hari, dinilai berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (22/4), proses perbaikan jalan masih terus berjalan. Namun, di balik pengerjaan tersebut, sejumlah toko di sepanjang ruas jalan mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan.
Salah seorang karyawan toko yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, omzet tempat usahanya menurun drastis hingga 50 persen sejak proyek dimulai. Ia menyebut kondisi jalan yang tengah diperbaiki membuat banyak pelanggan mengira toko tutup.
“Imbasnya omzet turun sampai 50 persen. Banyak orang mengira toko kami tutup, jadi mereka pindah ke toko lain. Sekarang pembeli jadi sepi,” ujarnya.
Ia menambahkan, di toko tempatnya bekerja terdapat sekitar 10 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas penjualan harian. Penurunan omzet tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan para pekerja.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya informasi terkait akses menuju toko-toko yang terdampak proyek. Menurutnya, belum ada petunjuk yang memadai untuk memberi tahu pelanggan bahwa toko tetap beroperasi.
“Harapannya ada solusi, misalnya diberi petunjuk bahwa toko masih buka, diarahkan parkir di mana, atau dipasang plang supaya pelanggan tahu,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, proyek perbaikan Jalan Gudang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 150 hari. Selama periode tersebut, pelaku usaha di sepanjang kawasan itu diperkirakan akan terus terdampak.
Sebelum proyek dimulai, berbagai jenis usaha seperti toko bangunan, butik, hingga warung makan masih beroperasi normal. Namun kini, sebagian mengalami penurunan aktivitas, bahkan ada yang terpaksa menutup usahanya sementara.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan, serta menghadirkan solusi konkret agar keberlangsungan usaha dan pendapatan karyawan tetap terjaga.
Reporter: Rizki Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan












