JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan warga Kampung Cijulang, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi protes terhadap pengembang Perumahan Pitra Pratama Residence Cijulang Sakur, Selasa (23/6/2026).
Aksi yang berlangsung di sekitar lokasi perumahan itu dipicu kekecewaan warga terhadap sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dinilai rusak serta berbagai janji pengembang PT. Bangun Nusa Kreasi yang hingga kini belum direalisasikan.
Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan “Janji Busuk Demi Pembangunan Perumahan” sebagai bentuk protes terhadap pihak pengembang. Warga menilai pembangunan perumahan justru menimbulkan berbagai persoalan yang merugikan masyarakat sekitar.

Juru bicara warga, Roni Fitra, mengatakan kerusakan drainase menjadi salah satu masalah utama yang dikeluhkan. Saluran air yang tidak berfungsi optimal kerap menyebabkan genangan saat hujan turun. Selain itu, jalan lingkungan yang belum diaspal, minimnya penerangan jalan, hingga fasilitas umum yang terbengkalai turut menjadi sorotan warga.
“Selama ini fasilitas yang kami dapatkan tidak layak, sedangkan janji-janji yang disampaikan saat penjualan lahan dan rumah tidak pernah ditepati. Bahkan kami merasa hak kami diabaikan dan kerugian yang timbul tidak ada tanggung jawabnya,” tegas Roni saat berorasi.
Warga juga menagih sejumlah komitmen yang sebelumnya disebut-sebut akan direalisasikan pengembang, mulai dari pembangunan cekdam, penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, pemberian kompensasi atas dampak pembangunan, hingga rencana pembangunan wahana air atau waterboom yang tak kunjung terwujud.
Keluhan serupa disampaikan Lia (40), warga RT 02/03. Menurutnya, drainase yang dibangun tidak mampu menampung debit air saat musim hujan sehingga wilayah permukiman kerap terdampak banjir.
“Saya pernah mempertanyakan apakah gorong-gorong yang dibuat mampu menampung air. Saat itu dijawab kalau ada masalah nanti pengembang akan turun tangan. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan apa pun,” ungkap Lia.
Tak hanya itu, warga juga menuding pihak pengembang kurang bertanggung jawab terhadap kerusakan fasilitas yang terjadi. Bahkan, mereka menduga terdapat persoalan terkait pengelolaan hak bersama yang memicu ketegangan di lingkungan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, warga mendesak pengembang segera memperbaiki seluruh fasilitas umum yang rusak, memenuhi komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat, serta memberikan kejelasan mengenai kompensasi atas dampak pembangunan yang dirasakan warga.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi antara warga dan pihak pengembang masih berlangsung di Kantor Desa Darmareja. Pertemuan tersebut difasilitasi Pemerintah Desa dan mendapat pengamanan dari aparat untuk mengantisipasi terjadinya ketegangan selama proses mediasi berlangsung.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan












