JURNALSUKABUMI.COM – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, atau yang akrab disapa Gus Uha, angkat bicara menjawab tudingan mangkraknya pembangunan gedung MUI di kawasan PLUT Cikembar. Proyek senilai Rp 3 miliar tersebut belakangan memicu polemik di tengah masyarakat.
Gus Uha menegaskan bahwa secara prosedural, pembangunan gedung yang berlokasi di wilayah Cikembar tersebut masih terus berproses. Ia membantah keras jika proyek tersebut dikatakan berhenti tanpa kejelasan atau mangkrak.
“Tidak ada yang mangkrak, semua berjalan sesuai dengan tahapan dan mekanisme anggaran daerah. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap, jadi bukan berarti berhenti total,” tegas Gus Uha kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (11/04/2026).
Klarifikasi Segel Kontraktor Paving Blok
Menanggapi informasi terkait adanya penyegelan di lokasi proyek, Gus Uha memberikan penjelasan lebih spesifik. Ia menyebutkan bahwa aksi tersebut berkaitan dengan dinamika antara pihak pelaksana pengerjaan paving blok dengan manajemen proyek di lapangan.
“Mengenai adanya informasi segel dari kontraktor pelaksana pengerjaan paving blok, itu adalah ranah teknis dan internal di lingkup pengerjaan fisik. Kami sudah meminta agar persoalan tersebut segera dikomunikasikan dan diselesaikan oleh pihak pelaksana proyek yang bertanggung jawab,” tuturnya.
Menurut Gus Uha, pihak MUI Kabupaten Sukabumi berperan sebagai penerima manfaat yang terus berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memastikan pengerjaan sesuai dengan spesifikasi dan waktu yang ditentukan.
Pentingnya Tabayun
Lebih lanjut, sosok yang juga dikenal sebagai ulama kharismatik di Sukabumi ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu yang simpang siur. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan asas tabayun.
“Pintu MUI selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin bertanya atau mengonfirmasi progres pembangunan ini. Kami ingin gedung di kawasan PLUT Cikembar ini segera selesai agar bisa segera dimanfaatkan sebagai pusat dakwah dan pusat pelayanan umat,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak MUI terus memantau perkembangan di lapangan agar kendala teknis yang terjadi di level kontraktor pelaksana tidak menghambat target penyelesaian gedung tersebut.
Redaktur: Ujang Herlan












